Wamentan Minta Peternak Relakan Uang Rokok untuk Vaksin PMK

Senin, 20 Jan 2025, 20:28 WIB

JAKARTA - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, meminta para peternak merelakan uang rokok untuk vaksin mandiri dalam rangka menanggulangi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Hal tersebut penting dan sepadan untuk menjamin kesehatan hewan ternak agar terhindar dari PMK.

"Harganya (vaksin) 17 sampai 25 ribu satu suntikan. Dibandingkan harga ternak yang jutaan rupiah saya kira sebungkus rokok," ujar Wamentan, usai audiensi dengan Menteri Sosial (Mensos), Syaifullah Yusuf, di Jakarta, Senin (20/1).

Dia memastikan, pemerintah benar-benar bersiaga dalam mengatasi PMK. Menurutnya, pemerintah juga telah melakukan pemetaan terkait PMK di semua daerah.

Sudaryono menyatakan, pemerintah telah menyiapkan 4 juta vaksin PMK yang diberikan secara gratis. Meski begitu, pihaknya mengimbau peternak dan perusahaan ternak untuk melakukan vaksin mandiri.

"Kita mau untuk merelakan sebungkus rokok untuk memvaksin ternaknya demi menjaga trrnaknya tetap sehat," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan Agung Suganda, menuturkan, sejak akhir tahun lalu, lebih dari 49.000 vaksinasi telah dilaksanakan di 16 provinsi. Sebanyak 13.956 hewan ternak yang sakit juga telah diberikan pengobatan khusus dari dokter hewan.

Dia melanjutkan, sepanjang 2024, kasus PMK memuncak pada periode April-Agustus, menjelang perayaan Idul Adha. Mulai 28 Desember 2024 sampai 15 Januari 2025, tercatat sebanyak lebih dari 25.000 hewan ternak terjangkit PMK yang tersebar di 2.736 desa.

"Angka ini menunjukkan PMK telah menjadi ancaman yang membutuhkan perhatian serius," katanya.

Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) bidang Mikrobiologi Veteriner, Agnesia Endang Tri Hastuti Wahyuni, mengatakan penyakit PMK adalah salah satu penyakit lintas batas yang sangat menular pada hewan, dan dapat menyebar secara nasional dan internasional dengan cepat dan tidak terduga.

Ket. Foto: Wamentan Sudaryono, usai audiensi dengan Menteri Sosial, Syaifullah Yusuf, di Jakarta, Senin (20/1). — Sumber: Koran Jakarta/Muhamad Marup

Ciri-ciri ternak yang terinfeksi dari penularan penyakit ini ditandai oleh lesi di mulut dan kaki hewan, serta penurunan produksi susu, berat badan, dan gangguan produksi.

“Meskipun angka kematian tidak tinggi, tetapi PMK menyebabkan kerugian dalam perdagangan,” ucapnya.

Dosen Departemen Reproduksi dan Obstetri UGM, Agung Budiyanto menyebut penanganan jangka pendek PMK harus dilakukan untuk mengurangi kerugian dengan penanganan yang efektif dan diagnosa yang akurat. Setelahnya, penanganan dilakukan dengan pemberian vitamin, protein, obat cacing, atau perbaikan hormonal.

"Penanganan jangka menengah dan panjang dilakukan dengan vaksinasi, pengobatan, dan penyuluhan ke masyarakat,” tuturnya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Muhamad Ma'rup

Berita Terbaru

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

Gerak Cepat Atasi Karhutla! Operasi Modifikasi Cuaca Berlanjut, BMKG Kini Bergerak ke Berau

Nasib 193 Pedagang Ikan Kramat Jati Terungkap, Bakal Dipindah ke Lokbin

Bukan Sekadar Kebakaran! Presiden Minta Usut Dugaan Koneksi Pembakar Lahan dan Korporasi

613 PKL Kramat Jati Bakal Dipindahkan, Ini 4 Lokasi yang Disiapkan Pasar Jaya

Coco Gauff Juara Cincinnati Open 2026! Tampil Perkasa dan Ukir Prestasi Gemilang

Pedagang Ikan Pasar Kramat Jati Bakal Direlokasi, Ini Persiapannya

Kabut asap batasi jarak pandang di Sungai Kapuas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.