• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • TikTok Tutup, Warga AS Ram...

TikTok Tutup, Warga AS Ramai-ramai Pindah ke RedNote, Apa Itu?

Selasa, 14 Jan 2025, 12:20 WIB

JAKARTA - TikTok akan ditutup dalam waktu kurang dari seminggu. Aplikasi Tiongkok lainnya bernama Xiaohongshu, atau RedNote, tiba-tiba popular di Amerika Serikat.

Jika ByteDance tidak menjual TikTok pada 19 Januari, aplikasi tersebut tidak akan didistribusikan melalui Apple App Store dan Google Play Store. Penyedia layanan internet juga akan diminta untuk memblokir aplikasi agar tidak dapat diakses oleh browser internet AS.

Ket. Foto: RedNote, Aplikasi berbagi video pendek dari Tiongkok. — Sumber: Wired

Pada Jumat (10/1) lalu, Mahkamah Agung AS mendengarkan argumen mengenai kemungkinan penutupan layanan tersebut.Namun menurut para ahli, pengadilan kemungkinan besar akan memutuskan untuk mengizinkan pelarangan TikTok diberlakukan berdasarkan keamanan nasional.

Menurut USA Today, aplikasi video pendek asal Tiongkok bernama Xiaohongshu atau RedNote dalam bahasa Inggris, saat ini menjadi aplikasi gratis teratas di Apple App Store. Warga AS beramai-ramai mencari alternatif dengan mengunduh aplikasi ini menjelang penutupan TikTok. 

Apa itu RedNote?

RedNote diluncurkan pada tahun 2013 dan telah menjadi salah satu platform sosial dengan pertumbuhan tercepat di Tiongkok, dengan nilai lebih dari $17 miliar, menurut Financial Times.

Dikenal sebagai Xiaohongshu, yang diterjemahkan menjadi “buku merah kecil”, RedNote memiliki tata letak yang mirip dengan Pinterest dan sering digambarkan sebagai Instagram versi Tiongkok.

Menurut TechCrunch, fokus aplikasi pada konten jangka pendek, yang mirip dengan TikTok, telah membantunya menjadi alternatif yang layak.

Apa Masalahnya dengan TikTok?

TikTok dan perusahaan induknya yang berbasis di Tiongkok, ByteDance, berusaha memblokir undang-undang yang ditandatangani oleh Presiden Joe Biden yang akan melarang aplikasi video pendek tersebut mulai 19 Januari, kecuali aplikasi tersebut menjual operasinya di AS karena masalah keamanan nasional.

Raksasa media sosial ini telah meminta Mahkamah Agung untuk menghentikan sementara larangan tersebut selama proses hukum.

Meskipun para hakim mendengarkan argumennya minggu lalu, keputusannya belum diumumkan.

Jika larangan tersebut berlaku Minggu depan, Apple dan Google tidak lagi dapat menawarkan pengguna baru untuk mengunduh TikTok, namun pengguna lama masih dapat mengakses aplikasi tersebut.

Pemerintah AS dan TikTok sepakat bahwa aplikasi tersebut akan mengalami penurunan kualitas dan pada akhirnya tidak dapat digunakan lagi seiring berjalannya waktu karena perusahaan tidak dapat menawarkan layanan dukungan.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

Berita Terbaru

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.