Mensos Inginkan Ada Target Penerima Bansos yang Graduasi sehingga Jadi Keluarga Mandiri
Senin, 13 Jan 2025, 03:03 WIBKemensos menargetkan adanya penerima bantuan sosial yang graduasi sehingga penerima manfaat akan menjadi keluarga mandiri.
JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Syaifullah Yusuf, mengatakan ingin ada target penerima bantuan sosial (bansos) yang graduasi. Pihaknya akan melaporkan hal tersebut kepada Presiden RI, Prabowo Subianto.

âSaya lapor presiden, kalau diizinkan saya ingin ada target keluarga penerima manfaat graduasi,â ujar Gus Ipul, dalam keterangannya, Sabtu (11/1).
Dia menerangkan, tiap pendamping sosial mendampingi 300 penerima manfaat. Dia menargetkan tiap tahun ada 10 penerima bantuan dari tiap pendamping yang digraduasi.
âPilar sosial memiliki tanggung jawab untuk membuat penerima manfaat bantuan Kemensos naik kelas. Supaya mereka lulus, naik kelas menjadi keluarga mandiri,â jelasnya.
Mensos Gus Ipul menyatakan bahwa data tunggal sosial ekonomi akan menjadi acuan baru bagi seluruh kementerian/lembaga maupun pemerintah daerah untuk bantuan sosial (bansos) dan program pemberdayaan yang lebih tepat sasaran.
âData tunggal sosial ekonomi baru diintegrasikan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Data ini akan menjadi acuan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Untuk pertama kali, Indonesia memiliki satu data atau data tunggal,â kata Gus Ipul.
Mensos mengemukakan hal tersebut saat menghadiri dialog bersama pilar-pilar kesejahteraan sosial di Pendopo Kabupaten Sidoarjo, Jawa ÂTimur, Kamis.
Ia menyebutkan, sebelumnya kementerian dan lembaga memiliki data masing-masing. Data tunggal sosial ekonomi akan menjadi satu-satunya data bagi kementerian, lembaga, dan pemda. Mereka tidak diperbolehkan lagi membuat data sendiri.
âAtas arahan presiden, data kita akan dilebur dengan data kementerian/lembaga, maka ke depan, Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) tidak ada lagi, yang ada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional,â ujar dia.
Padankan Data
Ia menjelaskan, Badan Pusat Statistik (BPS) telah ditugaskan untuk memadankan data tersebut untuk diolah agar lebih akurat. Mensos juga meminta para pilar sosial ikut memutakhirkan data tunggal tersebut.
âCara formal (pemutakhiran data oleh pilar sosial) bisa melalui musyawarah di tingkat kelurahan atau desa seperti biasa,â ucapnya.
Jalur kedua, lanjut dia, yakni melalui aplikasi cek bansos, yang menyediakan usul sanggah dengan melampirkan bukti foto rumah, kondisi keluarga, dan hal lainnya yang perlu disertakan. âSeluruh pendamping sesuai arahan Presiden ikut memutakhirkan dan perbaiki data,â tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Gus Ipul juga memberikan bantuan ATENSI kepada dua penerima manfaat, di antaranya kursi roda senilai 6.300.000 rupiah. Selain itu, juga bantuan paket sembako, nutrisi, perlengkapan sekolah, dan alat kebersihan sebesar 1.200.000 rupiah. ruf/S-2
Redaktur: Sriyono
Penulis: Muhamad Ma'rup
Berita Terkait:
-
Kemhan: 2.000 ASN Akan Dilatih di Pusdikkes hingga Kodam Jaya
-
Viral Pernyataan Zakat, Nasaruddin Umar Luruskan: Bukan Tinggalkan, tapi Perluas Filantropi
-
Rupiah Hari Ini Tergelincir Pelan-pelan: Pasar Tahan Napas Tunggu Sinyal The Fed
-
Kapolri Ingatkan Seluruh Jajaran Agar Tak Mengabaikan Pemberitaan Sekecil Apa Pun
-
Saham Meta Melonjak Setelah Laporan Pendapatan Lampaui Ekspektasi
-
Jelang THR Cair, Waspadai Dua Modus Penipuan Digital Ini
-
Tips Memilih Roti Sehat: Fokus pada Serat dan Bahan Alami
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.