Warga Terdampak Bencana di Bintan Bertambah Jadi 1.083 KK
Minggu, 12 Jan 2025, 22:55 WIBTanjungpinang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat jumlah warga terdampak bencana banjir, longsor, dan angin kencang di wilayah Kabupaten Bintan bertambah menjadi 1.083 kepala keluarga (KK).
"Sejak Jumat (10/1) telah terjadi bencana banjir, tanah longsor, dan angin kencang yang disebabkan curah hujan dengan intensitas tinggi di beberapa wilayah Bintan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kepri Muhammad Hasbi di Tanjungpinang, Minggu malam.
Hasbi mengatakan jumlah warga terdampak bencana alam itu tersebar di delapan kecamatan se-Bintan, meliputi Kecamatan Teluk Sebong 171 KK, Kecamatan Toapaya 143 KK, Kecamatan Gunung Kijang 227 KK, Kecamatan Teluk Bintan 54 KK, Kecamatan Bintan Timur 302 KK, Kecamatan Bintan Utara 175 KK, Kecamatan Bintan Pesisir 1 Kak, dan Kecamatan Seri Kuala Lobam 10 KK.

"Sebanyak 7 KK di antaranya terpaksa mengungsi akibat banjir dan longsor," kata dia.
Selain itu, sejumlah fasilitas umum juga terdampak bencana banjir, longsor, dan angin kencang, seperti Sekolah Khusus di Alamanda dan SD Calista Pasar Baru Tanjung Uban Selatan, serta Posyandu Suka Damai dan Mushollah Miftahul Huda di Tanjung Uban Timur.
Kemudian rumah ibadah tertimpa pohon di Kelurahan Tembeling, dan tiang listrik tumbang di Jalan Basuki Rahmat, Kecamatan Teluk Sebong.
Hasbi menyebutkan sejumlah fasilitas sosial juga terdampak bencana banjir, meliputi jembatan jebol di Jalan Rambutan di Desa Toapaya dan Jalan Galang Batang PT. BAI di Desa Gunung Kijang.
Selanjutnya, Jalan Kampung Flores di Kecamatan Gunung Kijang, Jalan Gesek di Kecamatan Toapaya, Jalan Bhakti Praja dan Jalan Karya Praja di Kelurahan Tanjung Uban Selatan, termasuk Jalan Area Pasar Baru di Kecamatan Bintan Utara, dan Jalan Wacopek Kijang Bintan Timur.
"Ada pula usaha milik pribadi terdampak bencana, yaitu sawah petani terendam banjir seluas 1,5 hektare dan tanaman padi baru berumur tujuh hari di Poyotomo," ujarnya.
Hasbi menambahkan bahwa BPBD Bintan saat ini sedang melakukan Rapid Asessment, di antaranya penilaian kerusakan, kerugian, dan pemenuhan kebutuhan dasar untuk dasar acuan rencana selanjutnya.
Selain itu, BPBD juga melaksanakan koordinasi dengan stakeholder dan peninjauan lokasi terdampak bencana, dan melaksanakan pertolongan evakuasi korban terdampak banjir menggunakan perahu karet.
"Tim sudah melaksanakan pendistribusian bantuan logistik dan mendirikan posko untuk pengungsi yang terdampak bencana," demikian Hasbi.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Ones
Berita Terkait:
-
Penanganan Kepadatan Logistik Jadi Fokus di Pelabuhan Ketapang
-
Pengecekan Legalitas 1.085 Batang Kayu Bulat di Sungai Kapuas
-
McLaren Awali Musim F1 2026 dengan Pendekatan Bertahan, Stella Akui Ferrari dan Mercedes Unggul
-
Penyaluran Bantuan Logistik untuk Korban Angin Puting Beliung di Probolinggo
-
Tercatat 50 Kejadian Bencana Alam di Wilayah Magetan Selama Januari 2026
-
Cara Unik Berolahraga, Pesepeda Diajak GFNY Mengayuh Sambil Nikmati Keindahan Wisata Belitung
-
Pemprov Terus Tingkatkan Teknologi Pengendalian Lingkungan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.