Kunjungan Wisata Bone Bolango Turun Drastis karena Suhu Panas dan Angin Kencang.

Jumat, 31 Jul 2026, 14:30 WIB

 Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Bone Bolango dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sepakati sejumlah langkah antisipasi operasional tempat wisata setelah mencatat penurunan signifikan jumlah kunjungan wisatawan akibat cuaca ekstrem berupa suhu panas dan angin kencang yang melanda wilayah tersebut.

Kepala Disparpora Bone Bolango Muhammad Yamin Abbas di Gorontalo, Kamis, mengatakan kondisi cuaca tersebut telah berdampak langsung pada beberapa objek wisata unggulan yang ada di wilayah tersebut.

Ket. Foto: Situasi dan kondisi di salah satu tempat wisata bahari yang berada di pesisir Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, mulai sepi pengunjung dampak cuaca ekstrem — Sumber: Antara Foto

Menanggapi kondisi tersebut, Disparpora Bone Bolango langsung bergerak cepat melakukan koordinasi dengan Pokdarwis, salah satunya di lokasi wisata Hiu Paus Botubarani. Rapat koordinasi itu dihadiri langsung Sekretaris Dinas dan Kepala Bidang Pariwisata, dengan agenda membahas dan menyepakati sejumlah langkah antisipasi operasional tempat wisata.

Ia mengatakan poin penting yang disepakati bersama yaitu pemberlakuan larangan masuk ke objek wisata yang rawan mulai pukul 10.00 WITA sampai sore hari karena faktor angin kencang dan suhu panas yang ekstrem.

"Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di pesisir pantai dan memanfaatkan fasilitas laut, untuk meningkatkan kewaspadaan serta terus memantau perkembangan cuaca demi keselamatan bersama," katanya menambahkan.

Upaya memitigasi penurunan kunjungan wisatawan dengan melakukan berbagi inovasi terus dilakukan, sehingga wilayah tersebut tetap menjadi daerah dengan destinasi wisata terbaik di Gorontalo, meski cuaca ekstrem sementara melanda.

"Khusus destinasi wisata berbasis air seperti Danau Perintis dan Pemandian Lombongo, penurunan debit air terpantau sudah sangat jauh dari kondisi normal," kata Yamin.

Suhu panas yang terjadi saat ini, hampir rata-rata mencapai 30 derajat Celcius dan mulai memicu kekeringan di sejumlah wilayah Bone Bolango.

Tentunya hal tersebut dinilai sangat mengganggu kenyamanan pengunjung tempat-tempat wisata, sehingga kondisi itu berpengaruh pada semakin berkurangnya jumlah pengunjung.

Dari pemantauan di tempat wisata, menurut dia, aktivitas wisatawan bergeser dan menjadi sangat terbatas, di mana kawasan wisata pantai hanya ramai pada pukul 06.00 WITA sampai 07.00 WITA. Ketika memasuki pukul 08.00 WITA sampai sore hari, aktivitas wisata mulai berkurang.

Sementara pada sore hari terpantau pergerakan wisatawan praktis berada di kawasan wisata Danau Perintis.

Situasi itu juga terjadi di sektor wisata bahari, dimana meski kondisi air laut terkadang stabil, kunjungan wisatawan berkurang drastis setelah pukul 08.00 WITA atau 09.00 WITA.

Selain faktor suhu panas, hembusan angin yang kencang saat memasuki di atas pukul 11.00 WITA, memicu terjadinya gelombang tinggi yang membahayakan keselamatan.

  • Wisata Bone Bolango

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.