Cegah Trauma Berkepanjangan, Pemprov Jabar Siap Bantu Siswi yang Jadi Korban Perundungan Garut
Sabtu, 11 Jan 2025, 19:35 WIBBandung - Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin mengungkapkan bahwa dinas di provinsi siap membantu aspek kesehatan siswi yang menjadi korban dugaan perundungan di Kabupaten Garut beberapa waktu lalu.
Bey mengungkapkan bahwa berdasarkan keterangan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Garut yang didapatkannya dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jabar, bahwa asesmen psikologis pada korban telah dilakukan sejak 9 Januari 2025.
"Jadi yang pertama traumanya sebisa mungkin kita minimalisasi atau dihilangkan, bayangkan kalau anak trauma akan panjang. Kalau perlu bantuan, Dinas (Provinsi) sudah siap, kalau memerlukan pemeriksaan (medis) dan lain sebagainya kita siap," ucap Bey di Bandung, Sabtu.
Pemerintah Provinsi Jabar melalui DP3AKB, kata Bey, terus bersinergi dengan DP3AKB di Kabupaten Garut melalui UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dalam memberikan pendampingan kepada korban, dan juga menjalani visum di RSUD Dr Slamet, Kabupaten Garut.
"Pengobatan saat ini oleh Pemkab Garut, pada dasarnya kami ingin korban mendapatkan pelayanan terbaik," ujar Bey.
Dia memastikan korban kasus perundungan di Kabupaten Garut mendapatkan asesmen psikologis oleh psikolog untuk menghilangkan trauma psikis dan fisik yang dialami korban.
Berdasarkan laporan yang diterima, Bey mengatakan bahwa korban mengalami trauma fisik dan psikologis akibat tindakan tak bertanggung jawab hingga pelecehan seksual dari beberapa pelaku yang usianya sebaya dengan korban.
"Tindakan dari Pemerintah Provinsi Jabar, ada pendampingan. Saya berharap kepada seluruh masyarakat, mudah-mudahan tidak ada lagi kejadian serupa, bila ada sebaiknya langsung dilaporkan saja," ucap Bey.
Sebelumnya, diinformasikan seorang siswi SD di Kabupaten Garut berinisial D (12), diduga menjadi korban perundungan dan kekerasan yang dilakukan teman sebayanya sejak masih di taman kanak-kanak (TK).
Kasus tersebut semakin memprihatinkan karena korban mengalami luka serius di bagian kelaminnya, yang kini mengakibatkan pembengkakan dan infeksi.
Linda Atikah (32), ibu korban, mengatakan putrinya masih trauma akibat kejadian tersebut. Untuk melindungi anaknya, Linda bahkan memutuskan pindah tempat tinggal ke kawasan Kiaracondong, Kota Bandung.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Garut Perlu Dua Pelabuhan untuk Maksimalkan Sektor Perikanan
-
BPKH Teken MoU dengan RUA AlHaram AlMakki untuk Dukung Pengembangan King Salman Gate di Makkah
-
Memahami Sejarah Garut Menjadi Kunci dalam Memajukan Daerah
-
Terseret Skandal Epstein, Presiden WEF Borge Brende Diselidiki
-
Pacitan Gelar Festival Rawat Jagat sebagai Ruang Budaya dan Penguatan Ekonomi Kreatif
-
Pengunjung Melonjak, Taman Margasatwa Ragunan Dikunjungi 408.755 Wisatawan pada Momen Libur Nataru
-
Persib Makin Kokoh di Puncak Klasemen Setelah Kalahkan Persita 1-0
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.