DKPP Pamekasan temukan 404 sapi terpapar PMK

Kamis, 09 Jan 2025, 23:40 WIB

Pamekasan, 09/1  - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan, Jawa Timur menemukan sebanyak 404 sapi milik warga di wilayah itu positif terpapar penyakit muluk dan kuku (PMK).

"Data sapi terpapar PMK ini berdasarkan hasil temuan dan pendataan petugas dalam sebulan terakhir ini," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DKPP Pemkab Pamekasan Indah Kurnia Sulistiorini di Pamekasan, Jawa Timur, Kamis.

Ket. Foto: Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pamekasan menggelar penyuluhan teknik penanganan PMK di Kecamatan Proppo, Pamekasan, Kamis (9/1/2025). — Sumber: ANTARA/ HO-DKPP Pamekasan

Ia menjelaskan, dari jumlah itu, sebanyak 19 ekor sapi di antaranya mati, sisanya, sudah sembuh.

"Berdasarkan data ini, dapat kita ketahui bahwa tingkat penularan virus PMK cukup tinggi. Namun, tingkat kematiannya tergolong rendah," katanya.

Saat ini, sambung dia, Pamekasan termasuk zona merah dalam penyebaran virus PMK, sehingga upaya pengobatan dan pencegahan penyebaran virus terus dilakukan.

"Karena itu, kami juga telah membentuk tim khusus untuk melakukan pemantauan, pengobatan pada sapi-sapi warga yang sakit dengan bekerja sama dengan aparat polisi dan TNI," katanya.

Upaya proaktif dengan cara menyampaikan sosialisasi secara langsung kepada masyarakat terus dilakukan, dengan mendatangi para peternak di sejumlah desa di Kabupaten Pamekasan.

Sementara itu, penyakit mulut dan kuku (PMK) yang juga dikenal sebagai Foot and Mouth Disease (FMD) merupakan jenis penyakit yang disebabkan dari virus tipe A dari keluarga Picornaviridae, genus Apthovirus yakni Aphtaee epizootecae.

Masa inkubasi dari penyakit ini antara 1 hingga 14 hari, yakni masa sejak hewan tertular penyakit hingga timbul gejala penyakit. Virus ini dapat bertahan lama di lingkungan dan bertahan hidup pada tulang, kelenjar, susu, serta produk susu.

Angka kesakitan bisa mencapai 100 persen dan angka kematian tinggi terjadi pada hewan muda atau anak-anak. Tingkat penularan penyakit ii juga cukup tinggi, tetapi tingkat kematian hanya 1-5 persen, sehingga jika ditemukan ternak terlihat lemah, lesu, kaki pincang, air liur berlebihan, tidak mau makan, dan mulut melepuh segera hubungi petugas penyuluh peternakan setempat.

Menurut Plt Kepala DKPP Pamekasan Indah Kurnia Sulistiorini, virus ini ditularkan ke hewan melalui beberapa cara. Di antaranya, karena adanya kontak langsung antara hewan yang tertular dengan hewan rentan melalui droplet, leleran hidung, serpihan kulit.

Berikutnya, karena adanya kontak tidak langsung melalui vektor hidup yakni terbawa oleh manusia, dan kontak tidak langsung melalui bukan vektor hidup (terbawa mobil angkutan, peralatan, alas kandang dll.)


Gejala klinis hewan tertular PMK pada sapi di antaranya, demam (pyrexia) hingga mencapai 41 derajat selsius dan menggigil, mengalami anorexia (tidak nafsu makan), penurunan produksi susu yang drastis pada sapi perah untuk 2-3 hari, dan keluar air liur berlebihan (hipersativasi).

"Berikutnya sapi yang terserang PMK terlibat bahwa saliva terlihat menggantung, air liur berbusa di lantai kandang dan mengalami pembengkakan pada kelenjar," katanya.

Gejala klinis berikutnya, mengalami pembengkakan kelenjar submandibular, hewan lebih sering berbaring, serta mengalami luka pada kuku dan sapi sering menggeretakan gigi, menggosokkan mulut, leleran mulut, suka menendangkan kaki.


"Efek ini disebabkan karena vesikula (lepuhan) pada membrane mukosa hidung dan bukal, lidah, nostril, moncong, bibir, puting, ambing, kelenjar susu, ujung kuku, dan sela antar kuku," katanya.

Selain itu, sambung dia, pada sapi yang terserang virus PMK terjadi komplikasi berupa erosi di lidah dan superinfeksi dari lesi, mastitis dan penurunan produksi susu permanen, mengalami myocarditis dan abotus kematian pada hewan muda, dan kehilangan berat badan permanen, kehilangan kontrol panas.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Arif

Berita Terbaru

Mau Tahu Rahasia Kecantikan Kulit dan Rambut Korea, Saksikan di BXc 2 pada 27 Agustus Mendatang

Aplikasi GoPay Hadirkan Fitur DBL Indonesia, Meriahkan Kompetisi Basket Pelajar se-Indonesia

Wujud Kepedulian BUMN, TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp1,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Resmikan Jaksinema Pasar Rumput, Wagub Rano Minta Bioskop Mini Rp15 Ribu di Tiap Rusun

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.