Menperin-Menaker Petakan Industri Potensial dan Rentan
Senin, 06 Jan 2025, 16:28 WIBJAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita bersama dengan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli melakukan pemetaan terhadap industri yang berpotensi tumbuh ke depannya, serta rentan terhadap tekanan dinamika politik dan ekonomi global.
"Bahkan, kami telah memetakan dari 40 perusahaan yang menyerap tenaga kerja terbanyak di Indonesia, termasuk sektor mana yang menjadi ujung tombak dalam penyerapan tenaga kerja di Indonesia,â kata Menperin Agus ditemui usai melakukan pertemuan dengan Menaker Yassierli di Jakarta, Senin (6/1).
Menperin menjelaskan dari pertemuan tersebut kedua pihak sepakat untuk memacu penambahan lapangan kerja, serta memberikan perhatian terhadap peningkatan produktivitas pekerja di Indonesia.
Lebih lanjut, Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika menjelaskan, untuk subsektor industri yang berpotensi tumbuh, dikategorikan berdasarkan pertumbuhan PDB di atas rata-rata pertumbuhan PDB industri pengolahan nonmigas yakni di atas 4,7 persen, Indeks Kepercayaan Industri (IKI) periode 2024 di atas rata-rata agregat seluruh subsektor industri, serta utilisasi masih di bawah agregat semua subsektor perindustrian.
Adapun industri potensial antara lain yakni industri makanan, minuman, farmasi, produk obat kimia dan obat tradisional, subsektor komputer, barang elektronik dan optik, serta industri reparasi, pemasangan mesin dan peralatan.
Sementara, sektor industri yang rentan terhadap dinamika global yaitu industri tekstil, kayu, barang dari kayu dan gabus, industri karet, industri mesin dan perlengkapan yang tidak termasuk dalam lainnya (YTDL), industri kendaraan bermotor, trailer dan semi trailer, industri furnitur, serta industri pengolahan lainnya.
Sebelumnya, Menaker Yassierli menyampaikan, Kemenperin memiliki peranan penting dalam memberikan masukan kepada Kemnaker dalam mengelola ketenagakerjaan di Indonesia.
Pihaknya juga berharap dukungan dari Kemenperin dalam upaya membentuk lembaga produktivitas nasional.
"Akan ada pembicaraan yang lebih teknis untuk bisa menggagas dan menggulirkan gerakan peningkatan produktivitas nasional, terutama di sektor industri manufaktur," ujarnya.
Menaker turut mengatakan dari pertemuan ini pihaknya telah mendapat gambaran terkait sektor-sektor industri di Indonesia ke depannya.
"Karena kami bertanggung jawab untuk menyiapkan tenaga kerjanya yang kompeten. Jadi, kami akan rutin bertemu sehingga bisa memperkuat kinerja kami di Kabinet Merah Putih," katanya.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
DPR Minta Pemerintah Siapkan Langkah Konkret Respons Kenaikan Harga BBM
-
Prabowo Terima Rosan di Hambalang Bahas Hilirisasi
-
Selama Musim Liburan, KCIC Diskon Tarif Whoosh hingga 50 Persen
-
Kementan Dukung Penuh Pencegahan Truk ODOL Distribusi Pangan Nasional
-
Seribu Senyum Anak Indonesia dari Seribu Seragam Sekolah Bersama Pertamina
-
BPBD Lebak Ingatkan Warga Waspada Hujan Lebat Disertai Angin Kencang
-
Vietjet Sambut Pesawat Boeing 737-8 Pertama
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.