Selain Tidak Layak, Penggunaan Istilah 'Rakyat Jelata' Juga Tidak Inklusif
📅 Senin, 30 Des 2024, 16:00 WIB | Oleh: Tim PenulisIni tidak hanya melukai perasaan masyarakat tetapi juga mengindikasikan ketidakpedulian pemerintah pada fenomena bahasa Indonesia. Kesalahan penggunaan istilah ‘rakyat jelata’ ini membuktikan bahwa bahasa tidak sekadar makna yang tertuang dalam kamus, tetapi juga menyangkut konteks yang harus dipahami para penuturnya. Kegagalan dalam memahami konteks ini dapat berimbas pada kegagalan dalam merangkul semua golongan, seperti yang terjadi pada kasus ‘rakyat jelata’.
Billy Nathan Setiawan, PhD (Applied Linguistics), University of South Australia
Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!