Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Primitive Monkey Noose Aransemen Ulang Lagu 'Biarlah Terjadi' Milik Gede Robi Navicula

📅 Sabtu, 28 Des 2024, 21:20 WIB | Oleh:
Primitive Monkey Noose Aransemen Ulang Lagu 'Biarlah Terjadi' Milik Gede Robi Navicula Doc: Dok. demajors

Band kabupaten asal Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Primitive Monkey Noose (PMN), merilis single baru bertajuk “Biarlah Terjadi”. Diciptakan oleh Gede Robi, front man dari grup musik rock asal Bali, Navicula, yang digubah ulang dengan tetap mempertahankan punk rock Banjar sebagai benang merah secara karakter musikal. 

Menurut PMN, lagu ini mereka pilih karena pesan dalam lirik lagunya. Lirik lagu “Biarlah Terjadi” menyampaikan dengan lugas sekaligus sarkas tentang bagaimana seharusnya menyikapi kondisi yang telah dan akan terjadi di lingkungan kita, dan bagaimana seharusnya kebijakan hati yang dimiliki setiap manusia. Hal inilah yang ditangkap, setidaknya oleh PMN, dari lagu ini.

“Bagi si pencipta, mungkin dia ingin menyampaikan beberapa hal lewat liriknya. Bagi kami pesan itu sangat merasuk ke dalam diri, liriknya kuat, pesannya dapat, setidaknya bagi kami,” ungkap Richie Petroza, vokalis PMN.

“Lagu ini kami gubah ulang sesuai dengan musik khas PMN, lebih bertenaga dari aslinya. Direpresentasikan ke gaya bermusik PMN,” ujar Richie menambahkan.

Robi Navicula pun mengapresiasi apa yang dilakukan PMN. 

“Saya merasa bangga dan tersanjung lagu ciptaan saya dibawakan oleh PMN dengan keren banget!” puji Robi.

Seperti diketahui, PMN adalah satu-satunya musisi punk rock yang menjadikan alat petik khas Kalimantan Selatan yang bernama panting ke dalam karakter musik mereka, menghasilkan kekhasan yang tidak dimiliki grup musik lain. Sebelumnya, mereka telah merilis dua album mini serta sebuah single, dan juga sering terlihat di berbagai panggung baik di Kalimantan Selatan sendiri maupun di luar. 

Mereka berasal dari kota Batulicin, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Di sudut Kalimantan ini PMN mencoba bergerilya dan menjaga eksistensinya sebagai band kabupaten yang memiliki entitas kuat. 

“PMN itu seperti ‘aset’ daerah, mereka mewakili segala kegelisahan dan keriangan daerah yang mereka diami. Berbicara tentang PMN, tidak bisa lepas dari kota Batulicin, seperti halnya Amplang Pagatan, Sawit, dan Batubara. PMN adalah aset kota Batulicin,” ungkap Puja Mandela, seorang jurnalis musik di Kalimantan Selatan.

Lagu “Biarlah Terjadi” kini sudah dapat dinikmati di berbagai digital streaming platform mulai 23 Desember 2024.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Pementasan prembon pada Pesta Kesenian Bali

20 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pementasan prembon pada Pes...

Upaya pengembangan komoditas hortikultura

20 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Upaya pengembangan komodita...

Tradisi pembuatan bubur Asyura

20 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Tradisi pembuatan bubur Asyura

.Penindakan pakaian bekas impor ilegal

25 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
.Penindakan pakaian bekas i...
Nasional
Bakti kesehatan memperingat...

PT KAI: Pelanggan Kereta Imperial Naik 162,04 Persen

30 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
PT KAI: Pelanggan Kereta Im...
Ekonomi
Ekspor mobil produksi dalam...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.