Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kenaikan PPN Jadi Beban Baru, Pakar Ekonomi Beri Peringatan Serius!

📅 Senin, 23 Des 2024, 18:10 WIB | Oleh:
Kenaikan PPN Jadi Beban Baru, Pakar Ekonomi Beri Peringatan Serius! Doc: ISTIMEWA

Pemerintah Indonesia berencana menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 11% menjadi 12% mulai 1 Januari 2025, sesuai dengan Undang-Undang No 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan. Namun, sejumlah pengamat ekonomi, termasuk Salamuddin Daeng, mengkhawatirkan bahwa kebijakan ini dapat menurunkan daya beli masyarakat yang saat ini sudah tertekan akibat kondisi ekonomi yang menantang.

Konsumsi rumah tangga, yang menyumbang sekitar 52% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Kenaikan PPN dikhawatirkan akan mendorong masyarakat untuk mengurangi konsumsi, yang pada gilirannya dapat menghambat ekspansi perusahaan dan mengurangi belanja pemerintah. Situasi ini diperkirakan akan menyulitkan upaya peningkatan penerimaan pajak melalui kenaikan tarif PPN.

Selain itu, pengamat ekonomi dari Universitas Surabaya, Wibisono Hardjopranoto, menekankan bahwa pemerintah perlu bijaksana dalam membaca situasi ekonomi saat ini. Daya beli masyarakat yang menurun akibat kenaikan harga-harga sebelumnya akan semakin terbebani dengan kenaikan PPN. Jika konsumen enggan menanggung beban tambahan ini, dunia usaha juga akan terdampak karena penurunan penjualan, yang pada akhirnya dapat menyebabkan pemutusan hubungan kerja (PHK). 

Oleh karena itu, para pengamat menyarankan agar pemerintah menunda atau membatalkan rencana kenaikan PPN ini dan mencari solusi alternatif yang lebih efektif untuk meningkatkan penerimaan negara tanpa membebani masyarakat. Pendekatan seperti penguatan bagi hasil sumber daya alam dan reformasi perpajakan yang lebih adil dianggap lebih sesuai dengan semangat konstitusi dan dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat secara keseluruhan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.