Gubernur Jakarta Terpilih Pramono Anung Kenang Gus Dur Melalui Tiga Peristiwa Besar
Minggu, 22 Des 2024, 05:30 WIBJakarta - Gubernur Jakarta terpilih, Pramono Anung, mengenang sosok Gus Dur melalui tiga peristiwa penting, sebagaimana disampaikannya dalam sambutan pada acara Haul Gus Dur yang ke-15 di Ciganjur, Jakarta Selatan.
âTiga hal yang ingin saya sampaikan mengenai sosok Gus Dur, bukan karena saya nomor tiga. Tapi tiga hal,â kata Pramono Anung di hadapan para tamu undangan Haul Gus Dur yang ke-15, Sabtu.
Peristiwa pertama dalam mengenang Gus Dur yang tidak pernah terlupakan adalah ketika Megawati maju menjadi calon wakil presiden pada 1999. Menurut dia, majunya Megawati menjadi calon wakil presiden pada masa itu atas dasar perintah dari Gus Dur bersama dengan fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Dalam hal ini, Pramono Anung yang mempersiapkan segala administrasi bagi majunya Megawati menjadi calon wakil presiden sekaligus atas perintah suami Megawati yakni Taufiq Kiemas.
âJadi apa yang disampaikan oleh Mbak Khofifah pada waktu itu, saya ingin menyambungkan pasalnya bahwa itu benar sepenuhnya adalah arahan dan permintaan Presiden Abdurrahman Wahid pada waktu itu,â ujar dia.
Kenangan kedua yang tidak juga bisa dilupakan oleh Pramono Anung adalah ketika terjadi ketidakharmonisan antara Gus Dur dan Megawati. Pada masa itu, begitu sulit untuk mempertemukan keduanya di meja yang sama.
Pada akhirnya, Taufiq Kiemas meminta kepada Pramono Anung yang pada saat itu menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP untuk mempertemukan Gus Dur dengan Megawati pada meja yang sama.
Gayung bersambut, Gus Dur juga menginginkan hal yang sama, yakni ingin bertemu dengan Megawati. Sehingga, keinginan Gus Dur untuk bertemu dengan Megawati langsung ia sampaikan kepada orang nomor satu di PDIP itu.
âGus Dur menyampaikan, aku ingin ketemu Mbakmu, Mbak Mega. Pada waktu itu, kemudian saya ke Ibu Megawati untuk menyampaikan keinginan Gus Dur untuk bertemu,â ucap Pramono Anung.
Tidak berselang lama, Pramono menanyakan perihal keinginan perjumpaan tersebut kepada Gus Dur. Pada saat itu, Gus Dur ingin bertemu dengan Megawati untuk mencicipi nasi goreng buatan Megawati yang dimasaknya sendiri.
âGus Dur ingin dimasakin nasi goreng, maka saya menyampaikan ke Mbak Mega bahwa Gus Dur ingin dimasakin nasi goreng yang dimasak oleh Mbak Mega sendiri. Dan saya menjadi saksi bahwa nasi goreng itu langsung dimasak oleh Ibu di Kebagusan. Akhirnya bertemulah Gus Dur dengan Ibu Mega setelah sekian waktu Gus Dur tidak bertemu dengan Ibu Mega,â kata dia.
Hal yang ketiga adalah pertolongan Gus Dur yang dinilainya tidak pernah lekang oleh waktu. Hal tersebut dialami oleh Pramono Anung ketika dirinya hendak mencalonkan diri sebagai Gubernur Jakarta. Dia diminta oleh Yenny Wahid dan juga orang yang tidak bisa dia sebutkan untuk berziarah ke makam Gus Dur di Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.
âSaya diajak masuk ke ruangannya Mbak Yenny, dipertemukan seseorang, saya tidak sebut namanya, yang tahu hanya saya dan Mbak Yenny, dan orang ini mengatakan, Mas harus pergi ziarah, ke tempat Gus Dur. Jadi artinya, Gus Dur dengan berbagai cara tak lekang oleh waktu Untuk membantu saya pribadi,â tutur dia.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Waspada! 1 dari 4 Dewasa Indonesia Obesitas, Usia Produktif Kini Terancam Gangguan Metabolik
-
Pramono Anung Akui Pasar di DKI Belum Terintegrasi dan Dikelola dengan Baik
-
Transformasi Menuju Bank Berorientasi Global, Bank Jakarta Luncurkan Kartu Debit Visa
-
Baru Korban Tewas Ditemukan, BPND Lakukan Modifikasi Cuaca
-
Ketua DPRD DKI: Bank Jakarta Naik Kelas, Kartu Debit Visa Bisa Digunakan di 200 Negara
-
Gubernur Pramono Anung Dorong BUMD Jakarta Berani Ekspansi
-
Indonesia dan India Perkuat Kerja Sama di Berbagai Sektor Digital
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.