Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BNPB beri bantuan 11 alat deteksi dini banjir kepada Kalsel

📅 Minggu, 22 Des 2024, 21:30 WIB | Oleh:
BNPB beri bantuan 11 alat deteksi dini banjir kepada Kalsel Doc: ANTARA/HO-BPBD Kalsel
Ket. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Kalsel Bambang Dedi Mulyadi (kiri) saat mengikuti rapat secara daring bersama BNPB terkait sistem kerja peringatan dini mitigasi banjir di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Banjarmasin, 22/12  - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan bantuan 11 paket alat deteksi dini bencana banjir berupa Flood Early Warning System (EWS) dilengkapi perangkat digital guna memitigasi bencana lebih awal di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

“Bantuan ini masuk anggaran 2025, Provinsi Kalsel mendapatkan EWS sebanyak 11 unit. Selain itu, Provinsi Gorontalo 1 unit dan Provinsi Bali 11 unit," kata Analis Bencana Direktorat Peringatan Dini BNPB Muhammad Noval Zhaky dalam keterangan yang diterima di Banjarmasin, Minggu.

Dia menyebutkan 11 unit EWS bantuan untuk Provinsi Kalsel tersebut diberikan kepada Kabupaten Banjar, Tabalong, Hulu Sungai Utara, Balangan, dan Kota Banjarmasin.

“Pelaksanaan ini nanti akan berkolaborasi antara pemerintah pusat dengan provinsi/kabupaten/kota dan desa yang rawan bencana banjir,” ujar Noval.

Dia menjelaskan kolaborasi ini bertujuan agar pemanfaatan peralatan deteksi dini banjir di berbagai daerah tersebut lebih efektif dan efisien.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Kalsel Bambang Dedi Mulyadi mengatakan bantuan peralatan mitigasi sistem peringatan dini banjir ini disetujui BNPB saat melakukan konsultasi peluang bantuan peralatan bencana pada Rakornas 2024 kepada Deputi Pencegahan Direktorat Pencegahan Dini BNPB.

Bambang mengatakan BNPB merespons dengan cepat untuk mendukung berbagai program mitigasi bencana yang tengah berjalan di Kalsel, khususnya ancaman banjir besar seperti yang terjadi pada 2021.

Bantuan tersebut, kata dia, yakni peralatan diseminasi bencana berupa tower pemancar setinggi 20 meter yang tersebar di enam kabupaten/kota dengan jumlah 11 tower dilengkapi dengan pancaran suara peringatan dini terkait informasi awal kebencanaan dengan jangkauan 2 kilometer.

“Sesuai instruksi Gubernur, seluruh institusi pelayanan publik khususnya bidang pelayanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat harus mengoptimalkan kerja secara terukur melalui inovasi yang ada,” ujar Bambang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Nasional
KKP Bangun 5 Kampung Nelaya...
Daerah
Wajah Kota Medan Bakal Beru...

Paus Leo XIV Desak Eropa Bersatu

32 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Paus Leo XIV Desak Eropa Be...

Serangan Russia Meningkat, Delapan Orang Tewas

41 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Serangan Russia Meningkat, ...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.