Tiongkok Provokasi Kapal Filipina dengan Laser

Selasa, 10 Des 2024, 02:50 WIB

MANILA - Sebuah kapal Tiongkok yang tidak dikenal telah melakukan provokasi ke kapal Biro Perikanan dan Sumber Daya Perairan Filipina dengan menggunakan sinar laser berkekuatan tinggi di Laut Tiongkok Selatan (LTS) pekan lalu.

“Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 2 Desember malam di sekitar Half Moon Shoal, sebuah fitur yang terletak sekitar 111 kilometer di lepas pantai Palawan, saat BRP Datu Tamblot sedang dalam perjalanan menuju Pulau Pag-asa (Thitu),” menurut laporan pemerintah Filipina pada Senin (9/12).

Ket. Foto: Sebuah kapal Penjaga Pantai Tiongkok (atas) sedang membayangi kapal milik Biro Perikanan dan Sumber Daya Perairan Filipina, BRP Datu Tamblot, pada Februari lalu. Pada Senin (9/12), pemerintah Filipina melaporkan bahwa sebuah kapal Tiongkok pekan lalu — Sumber: AFP/JAM STA ROSA

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa kapal Tiongkok itu menggunakan sinar laser ke arahBRP Datu Tamblot dari arah timur beting sebanyak enam kali dengan selang waktu lima menit, dan awak kapalBRP Datu Matanam Taradapit merekam kejadian tersebut menggunakan kamera penglihatan malam.

“Laser berkekuatan tinggi itu berwarna merah dan menyakitkan mata,” kata laporan itu.

Pihak Penjaga Pantai Filipinabelum mengeluarkan pernyataan tentang insiden tersebut, yang terjadi dua hari sebelum Penjaga Pantai Tiongkok melakukan tindakan agresi di dua beting yang disengketakan.

Insiden-insidenini terjadi ketika Filipina, Jepang, dan Amerika Serikat (AS) dijadwalkan mengadakan dialog maritim trilateral pertama mereka di Tokyo pada Selasa (10/12).

Kementerian Luar Negeri Jepang mengatakan bahwa ketiga negara akan membahas situasi di kawasan, termasuk LTS, membahas inisiatif masa depan, dan bertukar pendapat secara luas untuk mewujudkan kerja sama di bidang kelautan.

“Dalam pertemuan ini, kami akan fokus pada situasi di kawasan, termasuk LTS, membahas inisiatif masa depan, dan bertukar pendapat secara luas untuk mewujudkan kerja sama di bidang kelautan,” kata Kementerian Luar Negeri Jepang dalam sebuah pernyataan.

Pekan lalu, Filipina dan Tokyo telah mengadakan dialog maritim di Manila , dengan para diplomat, pejabat pertahanan, dan perwakilan pemerintah lainnya menjajaki cara untuk memperkuat kerja sama dan membahas perkembangan terkini di laut sekitar mereka seperti Laut Tiongkok Timur dan LTS.

Saat ini Filipina, AS, dan Jepang juga melakukan patroli gabungan di LTS, beberapa hari setelah konfrontasi antara Manila dan Beijing di perairan tersebut.

Peringatan Manila

Sementara itu pada Minggu (8/12) Filipina memperingatkan akan mengerahkan kapal perang ke LTS menyusul tudingan bahwa kapal-kapal Angkatan Laut Tiongkoktelah mengganggu kapal-kapal Filipina di perairan sengketa itu.

Juru bicara Penjaga Pantai Filipina, Jay Tarriela, mengatakan bahwa pengerahan kapal angkatan laut ke perairan teritorial negara itu merupakan opsi kebijakan yang sedang dipertimbangkan oleh Presiden Ferdinand Marcos Jr. “Keputusan akhir berada di tangan presiden dan Angkatan Bersenjata Filipina,” kata Tarriela.

Tarriela mengungkapkan bahwa meskipun Angkatan Laut Filipina memantau situasi di LTS, mereka tidak melakukan intervensi ketika kapal Penjaga Pantai Tiongkokatau milisi maritim mengganggu kapal milik nelayan, penjaga pantai, dan Biro Perikanan dan Sumber Daya Perairan Filipina.

Sedangkan laman NavalNews edisi Minggu melaporkan bahwa Filipina berencana akan membeli dua kapal antikapal selam baru guna memperkuat kemampuan pertahanannya di tengah meningkatnya agresi Tiongkok di LTS.

Dalam jumpa pers beberapa hari lalu, Laksamana Muda Roy Vincent Trinidad, juru bicara Angkatan Laut Filipina untuk Laut Filipina Barat, menekankan perlunya aset angkatan laut yang lebih modern bagi Filipina di tengah meningkatnya ancaman keamanan. inquirer/Ant/Anadolu/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.