Waspadai Gelombang Tinggi di Samudera Hindia Barat Sumatera
Jumat, 06 Des 2024, 17:04 WIBMEDAN - Stasiun Meteorologi Maritim Belawan, Sumatera Utara, meminta nelayan dan pemangku kepentingan lainnya agar mewaspadai potensi terjadinya gelombang tinggi di Samudera Hindia barat Sumatera yang dapat mencapai 2 meter.
"Gelombang tinggi 1,5 hingga 2 meter tersebut berpotensi terjadi pada Jumat malam hingga Sabtu (7/12) pagi," kata Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Belawan (SMMB) Indah Riandiny di Medan, Jumat.
Selain di Samudera Hindia barat Sumatera, menurut dia, gelombang tinggi juga berpeluang terjadi di wilayah perairan utara Sabang, Samudera Hindia barat Aceh hingga Kepulauan Nias.
Pola angin di wilayah perairan Sumatera bagian utara pada umumnya bertiup dari arah barat hingga utara dengan kecepatan berkisar 2-25 knot.
Secara umum gelombang di perairan Sumatera bagian utara terbagi dua kategori yakni ketinggian sedang (1,25-1,5 meter) berpotensi terjadi di perairan utara Sabang, perairan barat Aceh, Samudera Hindia barat, dan Samudera Hindia barat Nias.
Sementara gelombang kategori rendah (0,5-1,25 Meter) berpeluang terjadi di Selat Malaka bagian utara, perairan Sabang-Banda Aceh, perairan Lhokseumawe, Selat Malaka bagian tengah, serta perairan Meulaboh-Sinabang, perairan Nias-Sibolga.
"Gelombang maksimum dapat mencapai dua kali tinggi gelombang yang diprakirakan," katanya.
- gelombang tinggi
- Samudera Hindia Barat
- SMMB
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Danrem 173 Gerak Cepat, Minta BGN Utamakan Beras Petani Papua,
-
Produksi Beras Lokal Capai 5 Ton per Hektare
-
Menperin Minta Industri Serius Laporkan Data Lewat SIINas Demi Kebijakan Tepat Sasaran
-
Duit Calon TKI Raib Rp927 Juta! KP2MI Turun Tangan, 3 P3MI Dihukum
-
Masuk Libur Panjang, Jumlah Penumpang Speedboat Pelabuhan Kayan II Meningkat
-
Grab Tegaskan Rumor Hengkang dari Indonesia Tidak Benar
-
Devisa Terkuras untuk Stabilkan Rupiah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.