Sepekan Pascagempa, Tim PU Sisir Puluhan Titik Kerusakan di Flores

Senin, 24 Agu 2026, 00:00 WIB

JAKARTA – Sepekan setelah gempa bumi mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus lalu, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus menangani infrastruktur yang terdampak. Hingga 20 Agustus lalu, tim Kementerian PU memeriksa puluhan titik longsoran dan jembatan di sejumlah ruas jalan nasional, sekaligus membersihkan, mengamankan, dan menyiapkan penanganan permanen pada lokasi yang mengalami kerusakan.

Berdasarkan pendataan awal Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur, tercatat 94 titik jalan dan jembatan rusak akibat gempa, terdiri dari 75 titik longsoran, tiga titik amblas, serta 16 jembatan dan duiker. Dari jumlah tersebut, Tim Satuan Tugas Tanggap Darurat Bencana Direktorat Jenderal Bina Marga melakukan pemeriksaan lapangan pada 34 titik longsoran dan sembilan jembatan/ duiker.

Ket. Foto: Mitigasi Bencana - Kementerian PU Tangani 34 Titik Longsor Pascagempa Flores — Sumber: antara

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, sejak hari pertama terjadinya gempa, dirinya menginstruksikan jajaran balai di wilayah NTT untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan memberikan dukungan penuh dalam penanganan pascabencana. "Kesiapan personel, alat berat, serta koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi bagian penting untuk memastikan infrastruktur yang terdampak dapat segera dipulihkan," kata Menteri Dody di Jakarta, Minggu (23/8).

Penanganan dilakukan secara bertahap. Di lokasi longsoran yang mengganggu badan jalan, tim melakukan pembersihan material dan pengamanan agar kendaraan tetap dapat melintas. Sementara di titik yang memiliki potensi longsor lanjutan atau mengalami kerusakan struktur, Kementerian PU menyiapkan penanganan lebih permanen.

Di ruas Ruteng–Reo–Kedindi, misalnya, material batuan yang menutup area jalan telah dibersihkan. Untuk mengantisipasi longsor susulan, penanganan lanjutan disiapkan melalui pemasangan rock bolt, wire mesh, dan rock fall barrier. Setelah penanganan darurat, lalu lintas pada lokasi tersebut tetap dapat berfungsi dua arah.

Penanganan juga dilakukan di ruas Ruteng–Km 210 dan Km 210–Batas Kabupaten Manggarai. Selain membersihkan material longsoran dan batuan, Kementerian PU memasang rambu peringatan, menutup retakan badan dan bahu jalan, membersihkan saluran, serta menyiapkan penguatan lereng menggunakan rock bolt dan jaring pengaman pada lokasi yang membutuhkan penanganan permanen.

Sementara di wilayah Ende, penanganan dilakukan pada sejumlah titik di ruas Aegela–Batas Kota Ende, Batas Kota Ende–Detusoko, Junction–Wolowaru, serta Wolowaru–Lianunu. Pembersihan longsoran telah dilakukan, sementara bahu jalan yang terdampak diperkuat dan beberapa lokasi disiapkan untuk penanganan permanen berupa dinding penahan tanah, shotcrete, jaring aktif, maupun sistem drainase untuk mengendalikan aliran air dari lereng.

Tetap Fungsional

Kementerian PU memastikan 15 ruas jalan nasional terdampak gempa di NTT secara umum masih fungsional, sehingga arus kendaraan, termasuk distribusi logistik dan BBM, tetap berjalan lancar, sementara pemeriksaan dan penanganan juga dilakukan pada sejumlah jembatan seperti Jembatan Nanga Roro di ruas Aegela–Batas Kota Ende yang mengalami kerusakan pada balok penahan gempa, fondasi akibat gerusan, dinding penahan tanah, wingwall, dan expansion joint.

Penanganan sementara dilakukan untuk mengamankan struktur, disertai rencana rehabilitasi permanen tahun ini, dengan BPJN NTT dan pemerintah daerah terus memantau potensi kerusakan lanjutan akibat gempa susulan serta memastikan keselamatan pengguna jalan dan keberlanjutan akses masyarakat di Flores.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.