Investor Menanti Data Pekerjaan AS, IHSG Diprediksi Datar Jelang Akhir Pekan
Jumat, 06 Des 2024, 08:30 WIBJAKARTA â Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak datar dalam perdagangan jelang akhir pekan ini. Pergerakan IHSG bakal dipengaruhi sikap pasar menantikan atau wait and see data ekonomi penting Amerika Serikat (AS).
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana melihat investor akan menantikan data pekerjaan AS dan Non-Farm Payroll (NFP) AS. Dia memproyeksikan IHSG dalam perdagangan, Jumat (6/12), bergerak cenderung sideways dengan support 7.288 dan resistance 7.337.
Sebelumnya, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (5/12) sore, ditutup melemah di tengah optimisme pelaku pasar terhadap pemangkasan suku bunga acuan bank sentral AS, The Fed. IHSG ditutup melemah 13,45 poin atau 0,18 persen ke posisi 7.313,31. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 9,14 poin atau 1,03 persen ke posisi 874,45.
âPelaku pasar mencerna komentar dari Gubernur The Fed, Jerome Powell bahwa ekonomi Amerika Serikat (AS) berada dalam kondisi yang sangat baik, sehingga The Fed tidak perlu terburu-buru dalam menurunkan suku bunga acuan sambil menunggu inflasi turun ke target dua persen," sebut Tim Riset Phillip Sekuritas Indonesia dalam kajiannya di Jakarta.
The Fed diperkirakan akan memangkas suku bunga acuannya pada pertemuan kebijakan 18 Desember 2024. Pelaku pasar melihat sebesar 77 persen peluang pemangkasan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) dari peluang 67 persen seminggu lalu.
Dari pasar tenaga kerja, data ADP Employment Report memperlihatkan sektor swasta di AS menambah 146.000 pekerja pada November 2024, atau paling sedikit dalam tiga bulan, menyusul penambahan 184.000 pekerja pada Oktober 2024, namun sedikit di bawah ramalan pasar sebanyak 150.000.
Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor menguat yaitu dipimpin sektor properti sebesar 0,64 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor energi yang masing- masing sebesar 0,49 persen dan 0,46 persen. Sedangkan, satu sektor melemah yaitu sektor transportasi & logistik turun sebesar minus 0,40 persen.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.199.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 14,90 miliar lembar saham senilai 9,43 triliun rupiah. Sebanyak 318 saham naik 303 saham menurun, dan 325 tidak bergerak nilainya.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
Regulasi Baru Guncang Peta Persaingan F1
-
Pemeriksaan Fadia Arafiq di KPK
-
Tak Tanggung-tanggung, Maluku Sajikan 47 Event Wisata di 2026 untuk Dongkrak Kunjungan Turis
-
AHY Dorong Hunian TOD di Kota Besar untuk Atasi Keterbatasan Lahan
-
Singkirkan Khamenei, Trump Ingin Lanjutkan Perundingan dengan Pemimpin Baru Iran
-
Liga Champions: Gol Penalti Yamal Selamatkan Barcelona dari Kekalahan di Kandang Newcastle
-
Whoosh Ngebut Lagi, 62 Perjalanan Siap Layani Penumpang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.