Peningkatkan PMI Manufaktur RI Mencerminkan Ekspansi Produksi
📅 Senin, 02 Des 2024, 21:01 WIB | Oleh: Tim Penulis"Faktor nilai tukar juga berperan meningkatkan harga barang impor. Perusahaan berupaya meneruskan kenaikan biaya input kepada klien dengan menaikkan harga output dari pabrik. Namun, tingkat inflasi secara keseluruhan masih pada tingkat sedang," katanya pula.
Adapun Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan PMI manufaktur yang tetap terkontraksi di angka 49,6 poin pada bulan November, masih disebabkan oleh masinya produk impor yang masuk ke pasar domestik.
"Kami tidak heran dengan kondisi indeks PMI manufaktur yang cenderung mandek di bawah 50 di saat sebagian besar negara-negara ASEAN lainnya memiliki indeks PMI manufaktur di atas 50 atau ekspansif," kata Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif.
Ia mengatakan, pasar domestik dibanjiri produk impor yang menyebabkan tekanan terhadap permintaan atas produk dari industri dalam negeri. Selain itu, hal tersebut juga dipengaruhi oleh pemberlakuan kebijakan relaksasi impor yang memberikan konsekuensi pada masuknya barang dari luar negeri secara masif.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!