Indonesia Ajak Swiss Berinvestasi di Sektor Ekonomi Hijau dan Digital

Senin, 25 Nov 2024, 00:55 WIB

Jakarta - Pemerintah mengajak Swiss berinvestasi di sektor ekonomi hijau, ekonomi biru, dan ekonomi digital melalui penyelenggaraan Indonesia Business Forum Series 2024 di Zurich pada 20 November lalu.

Menurut Duta Besar RI untuk Swiss Ngurah Swajaya, forum bisnis bertema "Transforming Tomorrow: Indonesia's Potential - Investment Opportunities for Green and Digital Economies” itu sejalan dengan visi Astacita pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

“Sejalan dengan tema forum bisnis ini, pemerintah Indonesia ingin mengundang investasi dari Swiss untuk bersama-sama meningkatkan keunggulan kompetitif Indonesia," kata Dubes Ngurah dalam keterangan tertulis KBRI Bern, Minggu.

Dubes Ngurah menambahkan, peningkatan keunggulan kompetitif Indonesia itu dilakukan melalui peningkatan sumber daya alam, pengelolaan berkelanjutan sumber daya alam melalui pengembangan industri pengolahan, dan memanfaatkan potensi Indonesia dalam perdagangan karbon dunia melalui konservasi alam yang menjadi salah satu prioritas dari Astacita.

Meskipun menghadapi berbagai tantangan, ujarnya, ekonomi Indonesia tetap akan tumbuh di atas 5 persen dan pemerintah juga mencanangkan target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, di antaranya dengan mengoptimalkan potensi inovasi, ekonomi hijau, ekonomi biru, dan ekonomi digital.

Peluang inilah yang coba ditawarkan kepada Swiss, sebagai salah satu mitra potensial untuk memperkuat ekosistem industri Indonesia yang berbasis teknologi, inovasi, khususnya teknologi rendah karbon.

“Swiss juga mitra untuk meningkatkan kapasitas sumbar daya manusia melalui pendidikan vokasi maupun akademis,” kata Ngurah.

Hubungan Indonesia-Swiss yang telah terjalin lebih dari 73 tahun menjadi salah satu modal utama untuk meningkatkan kerja sama bilateral yang saling menguntungkan, katanya.

Swiss merupakan mitra pertama Indonesia untuk Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif melalui Indonesia EFTA-CEPA yang berlaku sejak 1 November 2021, dan Perjanjian Peningkatan dan Perlindungan Penamaman Modal (BIT) yang berlaku sejak 1 Agustus 2024.

Menurut Dubes Ngurah, kedua perjanjian ekonomi tersebut semakin memperkuat keinginan perusahaan Swiss untuk berinvestasi ke Indonesia.

“Sekitar lebih dari 150 perusahaan Swiss telah hadir di Indonesia dan beberapa di antaranya sudah berdiri di sana selama lebih dari 50 tahun. Beberapa di antaranya telah menjadikan Indonesia sebagai basis perluasan bisnis di kawasan maupun secara global,” tuturnya.

Swiss merupakan penyumbang investasi asing (FDI) terbesar ketiga bagi Indonesia di antara negara-negara Eropa, dengan nilai investasi mencapai 1,28 miliar dolar AS dalam lima tahun terakhir.
Sementara itu, Deputi Kementerian Investasi dan Hilirisasi Nurul Ichwan menggarisbawahi fokus Indonesia pada hilirisasi untuk memperkuat daya saing global.
???????
Nurul menyebutkan bahwa pemerintah memproyeksikan 28 komoditas dari delapan sektor untuk diolah lebih lanjut, membuka peluang besar bagi kolaborasi dengan mitra internasional.

"Mengapa Indonesia layak dipertimbangkan? Karena apabila berbicara tentang 20 besar negara tujuan investasi, Indonesia adalah salah satunya. Dilihat dari data realisasi investasi 2023 dibandingkan dengan 2018, angkanya telah mencapai dua kali lipat,” ujarnya.

Indonesia merupakan salah satu dari 20 besar negara tujuan investasi, dengan pertumbuhan PDB sebesar 5,2 persen.

Realisasi investasi meningkat dua kali lipat dari 721 juta dolar AS pada 2018 menjadi 1,4 miliar dolar AS pada 2023. Pada 2045, pertumbuhan PDB Indonesia diproyeksikan menjadi 6 persen hingga 7 persen melebihi negara-negara G20 dan ASEAN.

Dalam forum bisnis tersebut, perwakilan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Bank Indonesia (BI) London turut memberikan wawasan tentang sektor strategis yang terbuka untuk investasi.

BRIN menyoroti potensi di bidang teknologi digital, e-commerce, fintech, penyedia infrastruktur digital dan komunikasi, manufaktur, rantai pasok dan logistik, teknologi kesehatan, serta energi terbarukan termasuk kendaraan listrik (EV).

BI London menggarisbawahi peluang di sektor keuangan digital, makanan, infrastruktur, teknik elektro-mekanik, transportasi umum, dan proyek strategis nasional.
???????
Nongsa Digital Park juga hadir menawarkan lokasi strategis mereka untuk pengembangan ekonomi digital di Indonesia maupun di kawasan Indo-Pasifik.

Bisnis forum itu diharapkan menjadi langkah memperkuat kerja sama Indonesia-Swiss dalam menciptakan masa depan yang lebih hijau, inklusif, dan berkelanjutan.

???????Indonesia Business Forum Series 2024 berhasil menegaskan bahwa Indonesia bukan hanya pasar, tetapi juga mitra strategis bagi pertumbuhan ekonomi global, demikian keterangan KBRI Bern.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Mandi di Pantai Tuturuga Berujung Petaka, 4 Orang Terseret Ombak

Niat Awal Ingin Inspeksi, GM Pelindo Maumere Justru Berjibaku Selamatkan Korban Gempa Jatuh ke Laut

Hebat Prestasi Mendunia! Lima Mahasiswa UI Tembus Program Geosains di Houston

Jalan layang Bomang Buka Akses Warga Bojonggede dan Parung Langsung ke Cibinong

Pemkot Pariaman dan KKP Koordinasi Realisasikan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Beras Indonesia Surplus 3,67 Juta Ton, Kok Harga di Daerah Masih Bisa Rp30 Ribu?

Inter Milan Rekrut Curtis Jones dari Liverpool, Kontrak hingga 2031

Kirab Ancak Agung Jember Kembali Bikin Sejarah, Rekor MURI Berhasil Dipecahkan!

Pemprov Gorontalo Perkuat Sektor Agro Maritim

Sungai Musi Bersih, Kota Palembang Asri! Wali Kota Dorong Aksi Peduli Lingkungan

Pemkot Palu Sasar 31.316 Penerima Manfaat Bantuan Pangan

Hasil Liga Spanyol: Mourinho Awali Periode Kedua di Madrid dengan Kemenangan 2-1 Atas Espanyol

Dari yang Paling Horor Hingga yang Mengecewakan: Ranking Enam Film Insidious

Kabut Asap Makin Pekat, Dinkes Palembang Imbau Warga Gunakan Masker

Karang Taruna Nasional Kerahkan Personel Turut Tangani karhutla di Kalbar

Pemain Timnas Indonesia Ole Romeny Kena Kartu Merah, Fortuna Sittard Harus Akui Keunggulan AZ Alkmaar

Pemprov Sumut Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Transformasi Digital

Gelar Bazar Harkop Harnas, Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM ‎

Produk UMKM Lebak Makin Laris! Pemkab Bantu Pasarkan Lewat Bazar

Pacu Daya Saing sebagai Kota Global, Pemprov DKI Dorong Penguatan Ekosistem Musik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.