- Home
-
- Luar Negeri
-
- Trump Siapkan Strategi Ata...
Trump Siapkan Strategi Atasi Masalah Imigran Amerika Latin
Sabtu, 23 Nov 2024, 01:00 WIBMOSKWA â Menurut laporan CNN, Tim Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, tengah merancang strategi tegas terhadap negara-negara Amerika Latin, yang akan menjadi elemen kunci dalam rencana deportasi besar-besaran imigran.
Amerika Latin tetap menjadi fokus utama tim Trump karena perannya yang signifikan dalam proses migrasi, kata laporan tersebut, pada Kamis (21/11), dengan mengutip sejumlah sumber.
Strategi itu mencakup penerapan kembali langkah-langkah ketat, seperti program "remain in Mexico", yang mengharuskan imigran menunggu proses pengajuan kasus mereka di luar wilayah Amerika Serikat.
Selain itu, akan ada perjanjian baru dengan mitra-mitra di kawasan tersebut. Strategi itu juga melibatkan kombinasi insentif dan tekanan terhadap negara-negara yang menolak menerima kembali orang-orang yang dideportasi.
Menurut laporan tersebut,tim Trump berharap mencapai keberhasilan melalui keunggulan diplomatik, penerapan sanksi, serta dukungan terhadap sekutu.
Keunggulan diplomatik merujuk pada kemampuan suatu negara atau seseorang dalam hubungan internasional untuk memengaruhi atau menekan pihak lain guna mencapai tujuan tertentu melalui alat atau kekuatan diplomasi.
Pengetatan kebijakan imigrasi menjadi salah satu poin utama kampanye pemilu Trump. Ia berulang kali menyatakan kebijakan "terlalu lunak" dari pemerintahan Biden telah menjadikan AS seperti negara dunia ketiga.
Langkah Tegas
Trump menekankan perlunya langkah-langkah lebih tegas terhadap migran dan peninjauan ulang program-program imigrasi yang ada. Sebelumnya, Trump, pada Senin (18/11), mengatakan akan menerapkan program deportasi massal bagi imigran ilegal dengan menyatakan keadaan darurat nasional serta menggunakan aset militer.
"Benar", tulis Trump dengan singkat di medsos Truth Social, membenarkan laporan dari Tom Fitton, presiden kelompok aktivis konservatif Judicial Watch.
Fitton mengatakan pemerintahan Trump sedang bersiap untuk mengumumkan keadaan darurat nasional dan menggunakan aset militer untuk melakukan deportasi.
Deportasi massal telah menjadi salah satu tema utama kampanye pemilu Trump. Selama masa jabatan pertamanya, dia telah mengumumkan keadaan darurat untuk mengalihkan dana Pentagon ke program pembangunan tembok di perbatasan dengan Meksiko.
Pemilihan presiden berlangsung di AS pada 5 November. Trump, yang menjabat sebagai presiden AS pada periode 2017â2021, dinyatakan sebagai pemenang oleh semua penelepon dan jaringan media terkemuka, yaitu Associated Press, Decision Desk HQ, Fox News, dan CNN, NBC, ABC, dan CBS dari konsorsium National Election Pool, karena Trump memperoleh cukup suara di Electoral College untuk memenangkan pemilu.
Kandidat Partai Demokrat Kamala Harris mengakui kekalahannya dalam pidatonya di hadapan para pendukungnya, sementara Presiden AS, Joe Biden, mengucapkan selamat kepada Trump.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Lada Putih Muntok Bangka Siap Mendunia, Kementerian UMKM Bidik 1.200 Restoran di 63 Negara
-
Menko PMK Ajak Anak Berani Laporkan Kasus Kekerasan
-
Bencana Longsor Memutus Akses Jalan di Nagano, Jepang. Ratusan Orang Terisolasi
-
Trump Izinkan Perusahaan Swasta AS Jalankan Serangan Siber terhadap Organisasi Kriminal Asing
-
Pilihan Pelancong Dunia, Vietjet Dinobatkan sebagai Maskapai dengan Seragam Awak Kabin Terbaik
-
Nyesek! Sempat Kejar Dua Set, Timnas Voli Putra Indonesia Malah Kena Hajar Kamboja di Final!
-
KP2MI Targetkan 500 Ribu Talenta Lewat Program SMK Go Global hingga 2029
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.