Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPBD Penajam Lakukan Mitigasi Banjir Rob di Wilayah Pesisir

📅 Senin, 18 Nov 2024, 08:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
BPBD Penajam Lakukan Mitigasi Banjir Rob di Wilayah Pesisir Doc: ANTARA/Nyaman Bagus Purwaniawan
Ket. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur Muhammad Sukadi Kuncoro.

PENAJAM PASER UTARA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, melakukan mitigasi atau upaya mengurangi dampak banjir rob akibat kenaikan permukaan air laut di wilayah pesisir di daerah yang dikenal Benuo Taka itu.

"Kami lakukan langkah kurangi dampak banjir rob di pesisir, karena pasang air laut tinggi hingga rendam wilayah permukiman warga," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara Muhammad Sukadi Kuncoro di Penajam, Senin (18/11).

Langkah yang dilakukan antara lain, lanjut dia, mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat dan melakukan normalisasi saluran air di wilayah pesisir, serta sejumlah upaya lainnya.

Setiap tahun air laut meningkat akibat panas global yang menyebabkan lapisan es di Kutub Utara mencari, jelas dia lagi, sehingga kenaikan permukaan air laut mengakibatkan banjir rob yang juga dirasakan warga yang tinggal di wilayah pesisir Kabupaten Penajam Paser Utara.

Dengan intensitas hujan yang cukup tinggi mengguyur Kabupaten Penajam Paser Utara, pasang air laut menjadi lebih tinggi dan menggenangi daratan, bahkan meluap hingga ke permukiman warga

"Kendati bakau sudah ditanam di pesisir sebagai pelindung alami gelombang laut, tapi warga harus tetap waspada dengan banjir rob," ujarnya.

"Fenomena banjir rob berpotensi timbulkan kerugian ekonomi bagi warga terdampak," tambahnya.

BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara telah melakukan identifikasi dan pemetaan terhadap daerah rawan banjir rob sebagai langkah melakukan mitigasi.

Sebanyak enam rukun tetangga (RT) di wilayah pesisir berada di Kecamatan Penajam yang paling rentan terdampak banjir rob, di Kelurahan Tanjung Tengah, Saloloang dan Kelurahan Pejala

"Terdata ribuan jiwa potensi terkena dampak banjir rob di wilayah pesisir itu," katanya.

Selain merendam pemukiman warga, banjir rob juga berpotensi merusak infrastruktur, lahan pertanian, dan mengancam mata pencaharian warga pesisir, demikian Muhammad Sukadi Kuncoro.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Antisipasi Banjir, Pemkot D...
Daerah
Gempa Bumi M6.1 Guncang Sum...
Advertisement
Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.