- Home
-
- Luar Negeri
-
- PBB: Target Iklim Perjanji...
PBB: Target Iklim Perjanjian Paris Terancam Gagal
Selasa, 12 Nov 2024, 00:45 WIBBAKU â Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), pada hari Senin (11/11), memperingatkan target atau tujuantujuan Perjanjian Iklim Paris âberada dalam bahaya besarâ dan tahun 2024 berada di jalur yang tepat untuk memecahkan rekor suhu baru.
 âPeriode 2015â2024 juga akan menjadi dekade terpanas yang pernah tercatat,â kata Organisasi Meteorologi Dunia atau World Meteorological Organization (WMO) dalam sebuah laporan baru yang didasarkan pada enam set data internasional. Dikutip dari Agence France- Presse (AFP), hal ini mempercepat penyusutan gletser dan kenaikan permukaan air laut, serta melepaskan cuaca ekstrem yang telah membawa malapetaka bagi masyarakat dan ekonomi di seluruh dunia.
âAmbisi Perjanjian Paris berada dalam bahaya besar,â kata WMO ketika para pemimpin dunia berkumpul untuk melakukan pertemuan puncak iklim PBB, Conference of the Parties to the United Nations Framework Convention on Climate Change (COP29), di Baku, Azerbaijan. Di bawah Perjanjian Paris, hampir setiap negara di dunia berkomitmen untuk berupaya membatasi pemanasan hingga âjauh di bawahâ dua derajat Celsius di atas tingkat pra-industri, dan lebih baik lagi di bawah 1,5 Celsius.
Namun, pemantau iklim Uni Eropa, Copernicus, telah menyatakan pada tahun 2024 suhu bumi akan melebihi 1,5 Celsius. Hal ini tidak berarti pelanggaran langsung terhadap kesepakatan Paris, yang mengukur suhu selama beberapa dekade, tetapi ini menunjukkan bahwa dunia masih jauh dari sasarannya.
Memecahkan Rekor
WMO, yang mengandalkan kumpulan data yang lebih luas, juga mengatakan tahun 2024 kemungkinan besar akan melampaui batas 1,5 Celsius, dan memecahkan rekor yang baru saja dicapai tahun lalu.
âBencana iklim telah merusak kesehatan, memperlebar kesenjangan, merugikan pembangunan berkelanjutan, dan mengguncang fondasi perdamaian. Mereka yang rentan adalah yang paling terpukul,â kata Antonio Guterres, dalam sebuah pernyataan.
 Analisis oleh sebuah tim ahli internasional yang dibentuk oleh WMO menemukan bahwa pemanasan global jangka panjang saat ini kemungkinan sekitar 1,3 Celsius, dibandingkan dengan data awal tahun 1850â1900. âSetiap fraksi dari tingkat pemanasan itu penting,â tegas Kepala WMO, Celeste Saulo. Apakah itu pada tingkat di bawah atau di atas 1,5 Celsius pemanasan, setiap kenaikan tambahan pemanasan global meningkatkan ekstremitas iklim, dampak dan risiko.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
The Cooler Earth 2025, Gerakan Keberlanjutan CIMB Niaga Ajak Masyarakat Berpartisipasi
-
Banjir Rob di Penjaringan pada Jumat Sore Masih Rendam Satu RT
-
Hotel Ciputra Jakarta Resmi Menerima Sertifikasi Chinese Friendly Hotel dari Ctrip
-
Menhan AS: Operasi Militer ke Suriah Balas Serangan ISIS
-
Plt Bupati: Warga Bekasi Diingatkan Pakai Masker untuk Cegah Wabah Super Flu
-
Perubahan Sirkulasi Laut Jadi Kunci Pendinginan Periode Glasial Terakhir
-
Pemanasan Global Justru Bisa Berujung Zaman Es
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.