Menkes: Buat Akhiri TBC 2030 Perlu Vaksin pada Akhir 2028
Senin, 11 Nov 2024, 20:15 WIBBADUNG - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, mengatakan untuk bisa mengakhiri Tuberkulosis (TBC) tahun 2030 maka vaksin harus diproduksi dan ditetapkan pada akhir 2028.
âUntuk mengeliminasi Tuberkulosis 2030 kita harus melahirkan vaksin pada akhir tahun 2028. Karena kalau tidak, kita tinggal berkemas dan pulang ke rumah, lalu pakai selongsong baju di pantai, karena menurut saya kita tidak bekerja cukup keras hanya menjadikannya slogan,â kata Menkes Budi Gunadi Sadikin.
Menkes dalam High Level Meeting On TB Innovation di Kabupaten Badung, Bali, Senin (11/11), mengatakan vaksinasi merupakan langkah perubahan dalam percepatan penanganan TBC di luar skrining dan terapi pengobatan.
Saat ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sedang penjajakan ke tiga produsen vaksin, salah satunya M72, dengan target setidaknya setelah rampung akhir 2028 dapat diluncurkan pada 2029.
âSaya memberi mereka target, harus menyelesaikan semuanya pada tahun 2028 sehingga pada tahun 2029 kami dapat meluncurkan vaksin ini secara global, saya tahu itu sangat rumit, teknologi vaksin sangat rumit,â ujar Menkes.
Menkes menyadari peluang gagal dalam percobaan produksi vaksin TBC sangat tinggi, sehingga mereka tidak hanya mengandalkan satu produsen dan melakukan sejumlah uji klinis.
âYang M72 merupakan vaksin yang teknologinya itu proyek kombinasi yang sudah diproduksi di Indonesia, sekarang uji klinis fase tiga dan sudah merekrut pasien,â ujar dia.
Adapun tiga produsen yang dijajaki Kemenkes berasal dari tiga negara dengan teknologi berbeda yaitu Jerman, Amerika, dan Tiongkok.
Menkes mengatakan dalam pertemuan Presiden Prabowo bersama Presiden Tiongkok, Xi Jinping, beberapa waktu lalu turut membahas isu kesehatan salah satunya TBC.sebab salah satu kandidat produsen berasal dari Tiongkok.
Menkes mengatakan Tiongkok sendiri telah berhasil menggeser posisinya sebagai TBC tertinggi, kini berada di bawah India dan Indonesia.
âTarget nomor dua adalah faktor terakhir teknologi dasar vaksin yang bisa dilihat secara biologis di Tiongkok, kita mendukung uji klinis level satu di negara ini dan ini adalah salah satu topik yang dimulai antara Pak Prabowo dan Xi Jinping,â tutur dia.
Sembari menunggu vaksin TBC, Menkes Budi Gunadi mengatakan Indonesia akan gencar melakukan skrining untuk menemukan lebih banyak kasus. Kemenkes mencoba menekan biaya dengan memanfaatkan alat pendeteksi Covid-19 yang sudah banyak dan tersebar.
âDulu kan skrining TBC susah mesti diambil dari batuk, anak-anak kecil susah kalau batuk. Sekarang dengan teknologi ini kita coba di Jawa Barat di swab saja, bukan di hidung tapi di lidah tenggorokan, kemudian kita tes PCR sama seperti Covid-19,â kata Menkes. Ant/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Darurat Bencana, 24 Kecamatan Tangerang Terendam
-
Rupiah Menguat Seiring Tren Positif Pasar Saham
-
Sambut Libur Nataru, Pertamina Patra Niaga Beri Diskon Avtur
-
Mike Tyson: Paul Bisa Andalkan Kekuatan Pukulan Hentikan Joshua
-
Pengusaha Rokok Muhammad Suryo Tak Penuhi Panggilan KPK
-
Polda Metro Jaya Beri Pendampingan Psikologis Korban Kecelakaan SDN 01 Kalibaru
-
Deklarasi Arah Indonesia Digital
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.