• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Tumbuhkan Kecintaan Terhad...

Tumbuhkan Kecintaan Terhadap Budaya Bangsa, MNI Gelar Lomba Cerdas Cermat Museum

Senin, 04 Nov 2024, 13:50 WIB

JAKARTA – Museum Nasional Indonesia (MNI) kembali menggelar Lomba Cerdas Cermat Museum (LCCM) yang tahun ini memasuki satu dekade pelaksanaannya. Ajang tahunan yang diikuti oleh pemuda pemudi dari 36 provinsi ini dirancang untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap sejarah dan budaya bangsa.

Dengan tema Arunika yang melambangkan semangat baru untuk keberlanjutan budaya, LCCM akan berlangsung dari 1 hingga 7 November 2024. Lomba ini diharapkan dapat membangkitkan minat siswa, pelajar, generasi muda serta masyarakat untuk mengunjungi museum, menumbuhkan daya apresiasi siswa terhadap kebudayaan Indonesia sebagai wujud nyata kontribusi Badan Layanan Museum dan Cagar Budaya (Indonesian Heritage Agency/IHA) dalam upaya melestarikan kebudayaan bangsa.

Ket. Foto: Foto Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon berfoto bersama dengan peserta Lomba Cerdas Cermat Museum (LCCM) dari 36 provinsi di Museum Nasional Indonesia pada hari Jumat (1/11). — Sumber: istimewa

Tema Arunika pada tahun ini mencerminkan komitmen yang diusung oleh IHA, yang kini mengelola 18 museum, 34 situs cagar budaya nasional di Indonesia. Sejalan dengan visi IHA, program ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk memperkenalkan kekayaan warisan budaya Indonesia yang sangat beragam, khususnya untuk generasi muda.

Selain itu LCCM juga diharapkan dapat mengenalkan tokoh pahlawan, khususnya kepada generasi muda yang diharapkan dapat meneladani sikap dan patriotisme para pahlawan, menciptakan rasa bangga dan cinta terhadap tanah air melalui wawasan kebudayaan dan sejarah kepahlawanan, serta mengajak generasi muda untuk menghargai bangsanya.

Penyusunan kisi-kisi dan bahan materi soal serta buku panduan LCCM turut melibatkan empat (4) orang narasumber yang berkompeten di bidang sejarah, permuseuman, kebudayaan, dan Bahasa. Mereka adalah  Prof. Dr. Maria Immaculatus Djoko Marihandono, S.S., M.Si. (Akademisi Universitas Indonesia/sejarawan/ahli sejarah Indonesia); Sri Patmiarsi Retnaningtyas, M.Hum. (Pemerhati Museum/Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia); Dr. Wiwin Djuwita S. Ramelan, M.Hum. (Akademisi Universitas Indonesia/Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia); dan Esra Nelvi M. Siagian, M.M., M.Ed. (Afiliasi Pengajar dan Pegiat Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing).

Tema Arunika pada tahun ini mencerminkan komitmen yang diusung oleh IHA, yang kini mengelola 18 museum, 34 situs cagar budaya nasional di Indonesia. Sejalan dengan visi IHA, program ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk memperkenalkan kekayaan warisan budaya Indonesia yang sangat beragam, khususnya untuk generasi muda.

Visi IHA berikutnya yang diusung melalui kompetisi ini, yakni mengoptimalkan fungsi museum sebagai sumber pengetahuan. Dalam setiap pertanyaan yang diajukan pada kompetisi ini, terdapat pelajaran berharga mengenai sejarah, seni, dan nilai-nilai yang membentuk identitas bangsa Indonesia.

“Oleh karena itu diharapkan para peserta tidak hanya menunjukkan kemampuan terbaik mereka, namun juga mengembangkan kecintaan terhadap museum sebagai jendela pengetahuan dan budaya,” tulis siaran pers IHA pada Jumat (1/11).

Dengan demikian LCCM bukan sekadar ajang kompetisi, namun juga wadah penting bagi generasi muda untuk mendalami dan memahami warisan budaya Indonesia. Memasuki tahun kesepuluh, LCCM telah terbukti menjadi program publik yang dapat menjadi contoh dan diimplementasikan oleh museum-museum lain di seluruh Indonesia. Inisiatif ini mendorong lahirnya generasi yang berbudaya dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Dalam pembukaan kegiatan ini, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menekankan peran penting terselenggaranya kegiatan LCCM. Oleh karena itu ia menegaskan komitmen Kementerian Kebudayaan dalam mendukung pelestarian kebudayaan yang melibatkan partisipasi generasi muda agar warisan budaya Indonesia tetap relevan bagi generasi masa depan.

Misi IHA untuk menjaga relevansi warisan masa lalu dengan masa kini dan masa depan semakin ditekankan melalui strategi kolaborasi kolektifnya. Sebagaimana disampaikan oleh Menteri Kebudayaan yang berharap LCCM tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk bertukar ide, tumbuh, dan terinspirasi untuk melestarikan dan mempromosikan kekayaan budaya Indonesia.

“Sepuluh tahun perjalanan LCCM adalah bukti nyata bahwa museum bukan hanya ruang penyimpanan artefak, tetapi juga pusat edukasi dan inspirasi bagi generasi muda. Museum bukan tempat penyimpanan akhir, melainkan tempat untuk belajar sejarah dan budaya bangsa. Antara masa lalu, masa sekarang dan masa mendatang akan selalu terkait, museum sebagai tempat untuk belajar menjadi jembatan yang menghubungkan itu semua," ungkap Fadli Zon di MNI Jakarta pada Jumat (1/11).

Fadli juga turut menyampaikan bahwa Kementerian Kebudayaan akan terus berupaya untuk meningkatkan standar dan juga kelas museum-museum yang ada di Indonesia. Ia berharap LCCM dapat terus menjadi jembatan yang memperkenalkan warisan budaya Indonesia kepada generasi muda, membangkitkan rasa bangga, dan mengukuhkan peran museum sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan mereka.

“Agar para peserta datang ke museum bukan karena LCCM saja, namun kedepannya akan terus mengunjungi museum, dan bahkan menjadi duta-duta museum,” kata dia.

Dengan dukungan penuh dari Kementerian Kebudayaan, MNI dan IHA, LCCM 2024 menegaskan kekuatan kolaborasi antara kompetisi, edukasi, dan inspirasi. Edisi istimewa ini merayakan 10 tahun kesuksesan LCCM dan memperkuat pentingnya menjaga, menghormati, dan mengimajinasikan kembali kekayaan budaya Indonesia untuk generasi yang akan datang.

Lomba ini diselenggarakan agar nantinya apresiasi masyarakat terhadap museum khususnya dari kalangan pelajar dapat meningkat dengan pesat. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menyebarluaskan informasi/pengetahuan tentang wawasan kebudayaan dan perjuangan bangsa kepada kalangan pelajar.

“Dengan demikian dapat terwujud kesadaran jati diri bangsa dan untuk mewujudkan karakter yang kuat dalam diri generasi muda. Adapun masyarakat yang ingin menyaksikan LCCM dapat menonton siaran langsungnya yang ditayangkan di kanal Youtube Museum Nasional tiap harinya,” lanjut IHA.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Haryo Brono

Berita Terbaru

Paus Leo XIV Desak Dunia Lawan Kemiskinan dan Ketimpangan

PDIP Jatim Bidik Kursi Gubernur pada Pemilu 2029

"Silent Hill: Townfall" Eksklusif Konsol PS5 Minimal Enam Bulan

Resmi Digarap Disney! National Treasure 3 Masuk Pengembangan, Nicolas Cage Siap Kembali?

Fitur Baru ChatGPT di iOS: Bisa Akses Foto Terbaru Tanpa Buka Galeri

Gempa M 5,9 Guncang Jepang Dekat Tokyo: 37 Orang Terluka, Kereta Sempat Lumpuh!

Perang Dagang AS-Kanada Memanas: Mark Carney Siapkan Bea Masuk Produk Washington

Xabi Alonso Yakin Cole Palmer Tampil Menawan Bersama Chelsea Jelang Laga Lawan Fulham

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.