Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Setengah Jumlah Warga Jakarta Masuk Data Terpadu

📅 Sabtu, 26 Okt 2024, 01:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
Setengah Jumlah Warga Jakarta Masuk Data Terpadu Doc: ANTARA/HO-Kominfotik Jakarta Selatan.
Ket. Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan mendistribusikan alat bantu dengar kepada warga membutuhkan di Ruang Sudinsos Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Kamis (18/7/2024).

JAKARTA - Saat ini separuh warga Jakarta masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). "DTKS adalah data induk berisi keterangan untuk keperluan pelayanan kesejahteraan sosial, penerima bantuan sosial, potensi dan sumber kesejahteraan sosial," jelas Kepala Dinas Sosial Provinsi Jakarta, Premi Lasari.

Dia mengungkapkan ini dalam rapat kerja dengan Komisi E DPRD Jakarta, Jumat (25/10). DTKS merupakan acuan untuk menentukan penerima program bantuan sosial bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Warga Jakarta yang terdaftar dalam DTKS hampir 5,3 juta jiwa. Kalau jumlah penduduk Jakarta sekitar 10 juta, maka hampir separuhnya masuk data terpadu kesejahteraan sosial," katanya. Premi menambahkan, Dinas Sosial rutin menempatkan data sasaran setiap bulan. "Ini karena tidak selamanya orang berada dalam garis kemiskinan, sehingga membutuhkan bansos," ujarnya.???????

Pemerintah Provinsi Jakarta menerapkan mekanisme pendaftaran secara pasif untuk DTKS, bukan aktif. Pendaftaran pasif bagi mereka yang pernah mendapat bansos, tapi tidak terdaftar dalam DTKS. Kebijakan tersebut diterapkan karena sebelumnya banyak penerima bansos yang tidak terdaftar dalam DTKS.

Namun, Komisi Pemberantasan Korupsi kemudian mengeluarkan Surat Edaran Nomor 11 Tahun 2020 yang menyatakan, seluruh penerima bansos harus terdaftar dalam DTKS. Maka, Pemprov pun menetapkan seluruh penerima bansos harus terdaftar dalam DTKS. Ini menjalankan perintah surat KPK yang menyatakan seluruh penerima bansos harus terdaftar pada DTKS.

"Jika penerima bansos belum terdaftar DTKS, maka wajib didaftarkan oleh pemerintah daerah," ujar Premi. Lebih lanjut Premi menambahkan, dalam pendaftaran DTKS ???????akan dilakukan 14 tahapan, termasuk verifikasi dan validasi lapangan.

Kursi Roda

Kemudian Premi juga berbicara mengenai bantuan kursi roda. Menurutnya, warga Jakarta yang membutuhkan bantuan alat bantu fisik seperti kursi roda dan alat bantu dengar, dapat mengajukan ke Dinas Sosial maupun Suku Dinas Sosial di lima wilayah dan satu kabupaten.

"Jika ada yang ingin mengajukan hearing aid atau alat bantu dengar, kursi roda, tongkat bantu jalan, ataupun alat bantu fisik lainnya, silakan mengajukan kepada sudin-sudin sosial," ujar Premi Lasari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Formula 1: Lewis Hamilton K...
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.