Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jakarta Berharap Bendungan Ciawi Dibuka

📅 Jumat, 25 Okt 2024, 01:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jakarta Berharap Bendungan Ciawi Dibuka Doc: ANTARA/Fauzan
Ket. Seorang warga menggunakan sepeda motor melintasi banjir rob di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Rabu (9/10/2024). Banjir rob setinggi 10-30 cm terjadi selama tiga hari tersebut cukup mengganggu aktivitas bongkar muat barang di pelabuhan tertua di Indonesia itu.

JAKARTA - Guna meminimalkan banjir yang kerap terjadi saat hujan deras, Pemprov Jakarta menginginkan agar Bendungan Ciawi, Bogor, dibuka. Untuk itu, Pemprov akan mengirim surat kepada Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC).

"Pemprov ingin agar bendungan Ciawi dibuka, guna mengurangi ancaman banjir," tutur Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sumber Daya Air Jakarta, Ika Agustin Ningrum, Kamis (24/10). Namun, dia akan mengecek lebih dulu, apakah surat permohonan cukup dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) atau harus lewat Sekda (Sekretaris Daerah). "Kalau proses anggarannya memang ada di BWSCC," jelas Ika.

Hal ini juga sekaligus menjawab usulan dari anggota Komisi D DPRD Jakarta, Ida Mahmudah. Beberapa waktu lalu, Ida minta agar Pemprov membuat pintu air di Bendungan Ciawi. Usulan tersebut, bertujuan agar Pemprov Jakarta bisa mengatur aliran air sebelum sampai ke Sungai Ciliwung Jakarta.

Bendungan Ciawi diresmikan Presiden Joko Widodo Desember 2022. Bendungan ini memiliki kemampuan untuk menampung air dengan volume hingga 6 juta meter kubik. Luas genangan bendungan hampir 40 hektare. Pembangunan bendungan dimulai Desember 2016.

Ida yakin dengan mengatur aliran air dari Bendungan Ciawi dengan membuka atau menutup jalur air, maka bisa meminimalkan banjir di Jakarta. "Kami sudah pernah ke bendungan. Terlihat memang tidak ada pintu air. Kalau ada, air bisa tertahan dulu, tidak langsung turun ke Jakarta karena pintu airnya bisa dibuka tutup," ucap Ida.

Secara geografis, Jakarta berada di dataran rendah dengan 13 sungai, sehingga sangat rawan banjir. Dampak perubahan iklim seperti anomali curah hujan yang semakin tinggi juga menambah risiko banjir Jakarta.

Di sisi lain, penggunaan air tanah untuk kebutuhan rumah tangga dan industri yang berlebihan menyebabkan penurunan muka tanah. Hal tersebut turut berkontribusi timbulnya bencana banjir Jakarta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Siswa Bermasalah Tak Layak Menerima Bantuan Biaya Sekolah

17 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Siswa Bermasalah Tak Layak ...

Haree Gini Masih Buang Sampah Sembarangan…Bakal Masuk Bui

22 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Haree Gini Masih Buang Samp...
Megapolitan
Truk Trailer Alami Kecelaka...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.