AS Beri Sanksi ke Tiongkok dan Russia terkait Serangan Drone di Ukraina

Jumat, 18 Okt 2024, 14:08 WIB

WASHINGTON - Amerika Serikat pada hari Kamis (17/10) memberikan sanksi kepada dua perusahaan Tiongkok dan afiliasi Russia yang terlibat dalam pembuatan dan pengiriman pesawat serang tak berawak dan memperingatkan kedua negara untuk menghentikan kerja sama yang meningkatkan upaya perang Ukraina.

Sanksi baru menargetkan perusahaan Tiongkok, Xiamen Limbach Aircraft Engine Co Ltd, yang membuat mesin yang menggerakkan kendaraan udara tak berawak jarak jauh seri Garpiya Russia, kata Departemen Keuangan AS.

Ket. Foto: Pemandangan dari drone memperlihatkan bangunan yang rusak setelah serangan, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di Toretsk, Ukraina, pada 15 Oktober 2024, dalam gambar diam yang diperoleh dari sebuah video. — Sumber: CNA/Patrol Police of Ukraine/Handout via REUTERS

Tindakan tersebut juga ditujukan kepada Redlepus Vector Industry Shenzhen Co Ltd yang berkantor pusat di Tiongkok atas perannya dalam pengiriman drone tersebut dan orang serta perusahaan Russia yang terafiliasi.

Drone-drone tersebut diyakini telah digunakan untuk menyerang target-target militer dan sipil di Ukraina, merusak infrastruktur penting dan menimbulkan korban sipil dan militer. Reuters adalah yang pertama melaporkan bulan lalu bahwa drone Russia baru tersebut dibuat menggunakan mesin dan suku cadang buatan Tiongkok.

"Meskipun Amerika Serikat sebelumnya telah menjatuhkan sanksi kepada entitas [Republik Rakyat Tiongkok] yang menyediakan masukan penting bagi basis industri militer Russia, ini adalah sanksi AS pertama yang dijatuhkan kepada entitas RRT yang secara langsung mengembangkan dan memproduksi sistem persenjataan lengkap dalam kemitraan dengan perusahaan-perusahaan Russia," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Matthew Miller.

Seorang pejabat senior pemerintahan Biden mengatakan tindakan perusahaan-perusahaan Tiongkok itu bertentangan dengan apa yang dikatakan pemerintah Tiongkok secara pribadi tentang niatnya.

Juru bicara kedutaan besar Tiongkok di Washington, Liu Pengyu, mengulangi penentangan Tiongkok terhadap sanksi dan mengatakan pihaknya menangani ekspor produk militer secara bertanggung jawab.

"AS membuat tuduhan palsu terhadap perdagangan normal Tiongkok dengan Russia, sementara terus menggelontorkan bantuan militer yang belum pernah terjadi sebelumnya ke Ukraina," kata juru bicara tersebut. "Ini adalah standar ganda yang umum, dan sangat munafik dan tidak bertanggung jawab."

Perusahaan Tiongkok tidak dapat segera dihubungi di luar jam kantor dan pemerintah Russia juga tidak dapat segera dihubungi untuk memberikan komentar.

Tindakan tersebut dilakukan saat kerja sama yang semakin dalam antara Russia dan negara lain, termasuk Tiongkok, telah menggagalkan upaya Washington untuk melumpuhkan upaya perang Russia di Ukraina, yang terus berlanjut saat pasukan Moskow maju di timur.

Presiden AS Joe Biden berangkat ke Jerman untuk melakukan pembicaraan dengan sekutu-sekutu Eropa yang akan mencakup pembahasan strategi perang Ukraina. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy sedang mendorong "rencana kemenangan" yang ia harapkan akan mengakhiri invasi Russia yang telah berlangsung lebih dari 2,5 tahun.

Biden telah berupaya meredakan ketegangan dengan Tiongkok bahkan sambil menegur pemerintahnya karena mendukung Russia.

Presiden Russia Vladimir Putin dan Presiden Tiongkok Xi Jinping diperkirakan akan bertemu di sela-sela KTT BRICS 22-24 Oktober di Russia, dan Washington tengah mencermati tanda-tanda kerja sama lebih lanjut, menurut pejabat senior pemerintahan Biden.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: CNA

Berita Terbaru

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

BNPB Perkuat OMC-Armada Pemadaman Karhutla di Kalimantan

Panen Durian dan Manggis di Lebak Serap Ribuan Tenaga Kerja

Labuan Bajo Normal Pascagempa NTT, Kemenpar Minta Aktivitas Wisata Utamakan Keselamatan

Nicolas Cage Akhirnya akan Kembali dalam National Treasure 3

Empat Wisatawan Terseret Ombak Saat Mandi di Pantai Tuturuga Minahasa, Kenzy Masih Hilang

Pemkot Tebing Tinggi Ajak Pelajar Budayakan Menabung

Kemenhut Pastikan Kebakaran Hutan di TN Way Kambas Sudah Padam, Seluruh Gajah Aman

Tol Cisumdawu Arah Bandung-Cirebon Ada Perbaikan, Kontraflow DIberlakukan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.