Tiongkok Jawab Pernyataan Menlu AS Antony Blinken soal Laut Tiongkok Selatan

Sabtu, 12 Okt 2024, 00:15 WIB

Beijing - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning menegaskan bahwa negaranya punya kedaulatan atas Laut Tiongkok Selatan berdasarkan sejarah dan hukum.

"Kedaulatan teritorial Tiongkok serta hak dan kepentingan maritim di Laut Tiongkok Selatan ditetapkan dalam perjalanan panjang sejarah, dan didasarkan pada sejarah dan hukum," kata Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, Tiongkok pada Jumat.

Hal tersebut menanggapi pernyataan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken dalam KTT Asean-AS di Vientiane, Laos yang mengatakan bahwa AS prihatin dengan tindakan Tiongkok yang semakin berbahaya dan melanggar hukum di Laut Tiongkok Selatan dan Laut Tiongkok Timur.

Tindakan Tiongkok itu, menurut Blinken, telah melukai orang dan kapal-kapal dari negara-negara Asean dan bertentangan dengan komitmen untuk penyelesaian sengketa secara damai.

Blinken pun mengatakan AS akan terus mendukung kebebasan navigasi laut dan perlintasan udara di Indo-Pasifik.

Blinken juga mengungkapkan bahwa penting untuk mempertahankan komitmen bersama untuk melindungi stabilitas di Selat Taiwan.

"Tiongkok dan pihak-pihak di Laut Tiongkok Selatan memiliki kemampuan dan pemahaman untuk mengatasi perselisihan dengan benar melalui dialog dan konsultasi, dan bersama-sama mengendalikan situasi di laut. AS dan negara-negara di luar kawasan malah meningkatkan penyebaran senjata dan kegiatan militer di Laut Tiongkok Selatan untuk memicu konfrontasi dan menciptakan ketegangan," ungkap Mao Ning.

Mao Ning pun mengungkapkan bahwa AS dan negara-negara lainlah yang menjadi sumber ketidakstabilan terbesar di Laut Tiongkok Selatan.

"Sedangkan masalah Taiwan adalah urusan internal Tiongkok yang tidak mengizinkan campur tangan eksternal. Kunci untuk menjaga Selat Taiwan tetap damai dan stabil terletak pada penolakan 'kemerdekaan Taiwan' AS perlu mematuhi prinsip 'Satu Tiongkok' dan tiga komunike bersama Tiongkok-AS," tambah Mao Ning.

Tiongkok, kata Mao Ning, baru saja menjatuhkan sanksi kepada tiga perusahaan dan 10 individu yang terkait dengan penjualan senjata ke Taiwan.

"Tiongkok dengan tegas menentang penjualan senjata AS ke wilayah Taiwan. AS, sekali lagi, telah memberikan bantuan militer besar kepada wilayah Taiwan baru-baru ini. Penjualan semacam itu secara serius mengganggu urusan dalam negeri Tiongkok, dan secara serius merusak kedaulatan dan integritas teritorial Tiongkok," ungkap Mao Ning.

Mao Ning juga menyebut pernyataan pemimpin Taiwan Lai Ching-te yang mengatakan akan melawan "aneksasi atau pemangkasan terhadap kedaulatan" hanya akan memicu ketegangan di Selat Taiwan.

"Upaya otoritas Lai Ching-te untuk menolak reunifikasi melalui penggunaan kekuatan hanya menunjukkan tidak peduli berapa banyak senjata yang mereka beli, mereka tidak dapat menghentikan tren historis menuju reunifikasi Tiongkok," tambah Mao Ning.

Keputusan AS untuk membantu agenda kemerdekaan dengan mempersenjatai Taiwan hanya akan mendorong Taiwan menuju bahaya konflik militer.

"Tidak peduli berapa banyak senjata yang dijualnya, itu tidak akan menggoyahkan tekad untuk menentang 'kemerdekaan Taiwan' dan membela kedaulatan dan integritas teritorial," kata Mao Ning.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Bukan Sekadar Besaran Gaji, Pekerja Indonesia Cari Rasa Dihargai di Tempat Kerja

Virtus Technology Indonesia Resmi Jadi Master Distributor DJI Enterprise di Indonesia

Produk Bernilai Tambah Tinggi Asal Cilegon Tembus Kanada, Kemendag: Bukti Industri RI Makin Kuat

Trafik Uplink Melampaui Downlink, Pola Penggunaan Jaringan Digital Mulai Berubah

Info Loker! Job Fair Pemkab Magelang 2026 Tersedia 3.717 Lowongan

Shin Ye Eun Ajak Masyarakat Indonesia Rasakan Kehangatan Hunian Pintar Berbasis K-Wellness

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Babak Gugur Piala Dunia 2026 Mulai Terbentuk, Enam Negara Amankan Tiket 32 Besar, Empat Tersingkir

Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Ini Deretan Pemain yang Memperebutkan dari Messi, Mbappe, hingga Haaland, Siapa yang Layak?

Tiga Pejabat Tinggi Pratama Setjen MPR RI Dilantik, Siti Fauziah Tekankan Penguatan Kolaborasi dan Peningkatan Kinerja Lembaga

Peternak Sapi Perah Indonesia Raih Kenaikan Produksi Susu Berkat Transfer Teknologi AS

DFSK E5 Plus Resmi Buka Pre-Booking di Indonesia, Konsumen Berpeluang Dapat Benefit Rp60 Juta.

Info Lowongan kerja! Ayo Walk in Interview ke GOR Tanjung Duren Jakbar, Buka 4.262 Lowongan

Pertama di Indonesia, Whitesky Group dan SkyDrive Hadirkan Mockup eVTOL 1:1

1.151 KM Jalan Daerah Dilebarkan dari 3 Jadi 8 Meter, Dana Rp5,41 T Digelontorkan

Iming-iming Gaji Tinggi! Wamen P2MI dan Australia Bahas Ancaman Penipuan Pekerja Migran

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.