Jalanan di Pakistan Ditutup Menjelang Unjuk Rasa Besar-besaran dan Layanan Internet Diputus

Sabtu, 05 Okt 2024, 00:18 WIB

Islamabad - Otoritas Pakistan menghentikan layanan internet seluler di Ibu Kota Islamabad dan kota garnisun terdekat, Rawalpindi, pada Jumat (4/10), menjelang rencana aksi unjuk rasa oleh partai mantan Perdana Menteri Imran Khan, Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI).

Polisi memblokir semua titik masuk ke Islamabad dari provinsi Khyber Pakhtunkhwa dan Rawalpindi, denganmenempatkan ratusan kontainer di jalan-jalan utama untuk mencegah jalan masuk.

Ket. Foto: Otoritas Pakistan menghentikan layanan internet seluler di Ibu Kota Islamabad dan kota garnisun terdekat, Rawalpindi, pada Jumat (4/10/2024), menjelang rencana aksi unjuk rasa yang diadakan oleh partai mantan Perdana Menteri Imran Khan, Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI). — Sumber: ANTARA/Anadolu

Langkah tersebut menandai kedua kalinya dalam sebulan ibu kota ditutup dengan kontainer untuk menghentikan para pendukung PTI dan pengikut Khan masuk ke kota tersebut.

Pada September, PTI mengadakan unjuk rasa besar-besaran di luar Islamabad, yang pertama sejak Mei 2023dan diwarnai bentrokan antara pengunjuk rasa dan polisi.

Khan, 72 tahun, saat ini dipenjara di Rawalpindi dan sedang mencari jaminan dalam berbagai kasus mulai dari korupsi hingga terorisme, yang semuanya ia bantah.

PTI menuntut pembebasan mantan perdana menteri yang dipenjara itu, serta "kemerdekaan lembaga peradilan" dan perlindungan Konstitusi.

"Internet tidak berfungsi dengan baik. Hari ini sangat lambat, dan aplikasi media sosial juga tidak berfungsi," kata Zahid Shah, seorang warga lokal Islamabad, kepada Anadolu.

Dia menambahkan bahwa kota itu dipenuhi dengan kontainer, jalan-jalan ditutup, dan orang-orang kesulitan keluar atau masuk ke kota.

Namun, polisi menyatakan bahwa beberapa rute tetap terbuka untuk penduduk lokal.

Melalui pernyataan, kepolisianIslamabad menegaskan penerapan Pasal 144, yang melarang pertemuan dan aksi unjuk rasa di dalam ibu kota, serta memperingatkan masyarakat untuk tidak berpartisipasi dalam aksi protes itu.

"Polisi Islamabad selalu fokus melindungi nyawa dan harta benda warga. Masyarakat diimbau untuk tidak terlibat dalam kegiatan ilegal, karena hukum akan bertindak terhadap siapa pun yang mengganggu kedamaian dan ketertiban," kata kepolisian di platform X.

Menteri Dalam Negeri Mohsin Naqvi juga mengeluarkan peringatan keras. Ia menyatakan bahwa pasukan khusus dan militer telah dikerahkan, dan tidak ada pengunjuk rasa yang diizinkan masuk ke ibu kota.

"Pasukan khusus dan militer telah ditugaskan. Siapa pun yang mencoba menyerang Islamabad tidak akan diberi ampun," kata Naqvi kepada wartawan.

Meskipun ada peringatan tersebut, ribuan pendukung Khan dalam konvoi mobil bergerak menuju Islamabad dari provinsi Khyber Pakhtunkhwa dan Punjab.

Ali Amin Gandapur, Ketua Menteri Khyber Pakhtunkhwa, sebelumnya mengumumkan bahwa ia akan memimpin aksi dari provinsinya menuju D-Chowk, dekat parlemen.

Bulan lalu, parlemen mengesahkan undang-undang yang melarang aksi unjuk rasa di D-Chowk dan daerah sekitarnya, termasuk Gedung Parlemen, Rumah Perdana Menteri, Rumah Presiden, Mahkamah Agung Pakistan, dan kawasan Diplomatik.

PTI telah menggugat undang-undang tersebut di pengadilan.

Pada Kamis (3/10), Khan melalui pernyataan dari penjara menyerukan para pendukungnya untuk mengadakan protes damai dan menunjukkan solidaritas bagiperadilan terhadap usulan amendemen konstitusi.

Amendemen tersebut diduga termasuk pembentukan pengadilan konstitusi serta peningkatan usia pensiun ketua Mahkamah Agung Pakistan dari 65 tahun menjadi 68 tahun.

Pengadilan telah membatalkan dua dari vonis terhadap Khan dan menangguhkan yang ketiga.

Mantan bintang kriket itu digulingkan dari kekuasaan melalui mosi tidak percaya pada April 2022.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Modus Baru, Penipu di Kamboja Jual Jasa 'Anti-Banned' untuk Kuras Data Medsos

Bangladesh Punya Presiden Baru Setelah Pemilu Sengit 35 Tahun Terakhir

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.