Voli PON Diramaikan Pemain Proliga
Sabtu, 14 Sep 2024, 06:58 WIBJAKARTA - Laga voli di PON PON XXI 2024 Aceh-Sumut bakal seru karena diramaikan para pemain Proliga. Kontingen voli Jawa Barat dan Jawa Timur memboyong skuad Proliga dan timnas. Pertandingan voli digelar di GOR Bola Voli Sumut Sport Center, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, 10-19 September 2024.
Dalam daftar pemain tim voli putra Jawa Barat, terdapat nama yang tidak asing. Mereka adalah bintang Proliga seperti Hendra Kurniawan, Luvi Febrian Nugraha, Farhan Halim, dan Boy Arnez Arabi. Skuad putri Jabar tidak kalah mentereng. Ada nama-nama besar seperti Nurlaili Kusumah, Tiara Sanger, Shintia Alliva Maulidina, Ratri Wulandari, Aulia Suci, serta Alya Annastasya.
Sementara itu, Jawa Timur sempat ikut mendaftarkan nama Megawati Hangestri Pertiwi. Namun, dia tak bisa ambil bagian karena akan menatap musim baru bersama klub Korea Selatan, Red Sparks. Tanpa Megawati, Jatim masih memboyong pemain-pemain yang tidak kalah mengundang perhatian seperti Ajeng Viona, Mediol Stiovanny Yoku, dan Putri Nur Hidayanti Agustin.
Keberadaan bintang-bintang Proliga di PON XXI 2024 ini menjadi bentuk dukungan untuk regenerasi bola voli Indonesia. Penerapannya pun dikendalikan dengan regulasi yang disepakati. "Prinsipnya di bola voli ada batasan umur, 25 tahun ke bawah. Jadi kelompok umur itu saja yang boleh main," ujar Reginald Nelwan sebagai Technical Delegate PP PBVSI.
Menurutnya, Proliga memperlakukan PON selayaknya agenda timnas Indonesia, di mana setiap atlet diperbolehkan untuk berpartisipasi di dalamnya. Karena itu, dia tidak mempermasalahkan banyak atlet yang membela daerah masing-masing.
"Jadi kami tidak pernah menutup pemain yang aktif di mana pun, termasuk timnas," tuturnya. Dia tidak ada aturan, hanya batas umur saja. Karena bola voli, untuk contoh Olimpiade atau yang lain, tidak menentukan batasan umur. Jadi mereka tetap main, seperti di Olimpiade, tetap saja main.
Pembatasan umur dikatakan Reginald Nelwan untuk regenerasi. Sehingga pemain yang lebih muda bisa mendapatkan jam terbang lebih banyak dan pilar senior bisa menurunkan pengalaman dan wawasan.
Jakarta dan Jawa Barat terus menempel Jawa Timur yang berada di posisi teratas klasemen sementara perolehan medali PON. Jatim berada di puncak dengan koleksi 65 emas, 56 perak, 57 perunggu. Sedangkan Jakarta mengemas 64 emas, 64 perak, dan 56 perunggu. Jawa Barat di peringkat ketiga memiliki emas yang sama dengan Jakarta. Jawa Barat telah mengumpulkan 64 emas, 63 perak, dan 62 perunggu.
Tak hanya di puncak, perebutan tempat keempat dan kelima juga cukup sengit diantara dua tuan rumah. Sumatera Utara menempati posisi empat dengan 34 emas, 13 perak, dan 43 perunggu, sedangkan Aceh dengan 30 emas, 26 perak, dan 26 perunggu.
DI Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Bali, tidak kalah sengit untuk bersaing di peringkat enam. Bahkan Lampung hingga Banten yang ada di peringkat sembilan dan 10, masih punya peluang untuk merebut posisi enam besar. ben//G-1
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.