Korut Ungkap Fasilitas Pengayaan Uranium

Sabtu, 14 Sep 2024, 02:35 WIB

SEOUL - Korea Utara (Korut) pada Jumat (13) merilis gambar fasilitas pengayaan uraniumnya untuk pertama kalinya yang memperlihatkan pemimpin Kim Jong-un sedang meninjau fasilitas tersebut sambil meminta lebih banyak mesin sentrifugal untuk meningkatkan persenjataan nuklirnya.

Fasilitas tersebut memproduksi uranium yang sangat diperkaya yang dibutuhkan untuk menghasilkan hulu ledak nuklir.

Ket. Foto: Fasilitas Nuklir | Pemimpin Korut, Kim Jong-un (tengah), saat melakukan inspeksi ke Institut Senjata Nuklir dan basis produksi bahan nuklir kelas senjata di sebuah lokasi rahasia. Dokumentasi gambar yang dirilis kantor berita KCNA pada Jumat (13/9) itu memperlihatkan fasilitas tersebut bertujuan untuk memproduksi uranium yang sangat diperkaya yang dibutuhkan untuk menghasilkan hulu ledak nuklir. — Sumber: AFP/KCNA VIA KNS

Korut yang melakukan uji coba nuklir pertamanya pada tahun 2006 dan berada di bawah serangkaian sanksi PBB karena program senjata terlarangnya, sebelumnya tidak pernah mengungkapkan kepada publik rincian fasilitas pengayaan uraniumnya.

"Kim Jong-un telah mengunjungi Institut Senjata Nuklir dan basis produksi bahan nuklir kelas senjata," lapor kantor beritaKCNA, tanpa menyebutkan lokasi fasilitas atau tanggal kunjungan. "Ia menekankan perlunya untuk lebih meningkatkan jumlah mesin sentrifugal guna meningkatkan secara eksponensial senjata nuklir untuk pertahanan diri," imbuh media pemerintah itu seraya memperlihatkan pemimpin Korut itu tengah memeriksa mesin sentrifugal.

Pada kunjungan itu, pemimpin Korut itu mendesak fasilitas tersebut untuk mendorong pengenalan mesin sentrifugal jenis baru untuk lebih memperkuat fondasi produksi material nuklir tingkat senjata.KCNAmenambahkan bahwa Kim Jong-un juga menekankan perlunya menetapkan target jangka panjang yang lebih tinggi dalam memproduksi bahan nuklir yang diperlukan.

Program senjata nuklir Korut sebenarnya dilarang oleh sanksi PBB, tetapi negara itu telah lama mengabaikan pembatasan tersebut, sebagian berkat dukungan dari sekutu Russia dan Tiongkok.

Korea Selatan (Korsel) mengecam Korut atas fasilitas pengayaan uranium dan tujuannya untuk meningkatkan produksi bahan untuk senjata nuklir taktis. "Tindakan tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap sejumlah resolusi DK PBB," kata jubir Kementerian Unifikasi Korsel.

Para ahli mengatakan pengungkapan publik yang tiba-tiba mengenai fasilitas pengayaan uranium Korut dapat dimaksudkan untuk mempengaruhi pemilihan presiden AS pada bulan November.

"Gambar-gambar tersebut merupakan pesan kepada pemerintahan AS berikutnya bahwa denuklirisasi Korut tidak mungkin dilakukan," ucap Hong Min, analis senior di Institut Korea untuk Penyatuan Nasional, kepadaAFP. "Ini juga merupakan pesan yang menuntut negara lain untuk mengakui Korut sebagai negara nuklir," imbuh dia.

Korut diyakini telah mengoperasikan beberapa fasilitas pengayaan uranium, kata badan mata-mata Seoul, termasuk satu di situs nuklir Yongbyon yang kembali diaktifkan pada tahun 2021.

Menurut Hong, fasilitas yang diresmikan pada 13 September tersebut kemungkinan besar berlokasi di Kangson, sebuah kompleks nuklir rahasia Korut di dekat Pyongyang.

"Tidak mungkin pengungkapan itu akan segera diikuti oleh uji coba nuklir lainnya," ucap Hong. AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.