Pengangkatan Barnier sebagai PM Prancis Diprotes

Minggu, 08 Sep 2024, 16:43 WIB

Moskow - Ribuan orang turun ke jalan di seluruh Prancis pada Sabtu (7/9) atas ajakan partai-partai sayap kiri untuk memprotes pengangkatan Michel Barnier dari sayap kanan sebagai perdana menteri baru, lapor media Prancis.

Partai-partai sayap kiri Prancis dari aliansi New Popular Front, yang memenangi kursi terbanyak dalam pemilu parlemen dadakan baru-baru ini, telah menyerukan warga untuk menggelar protes di seluruh negeri setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron menolak menunjuk kandidat mereka, Lucie Castets, sebagai kepala pemerintahan.

Partai terbesar dalam blok tersebut, yaitu partai sayap kiri France Unbowed, sebelumnya mengumumkan bahwa setidaknya 138 demonstrasi akan diadakan di berbagai kota Prancis.

Ket. Foto: Mantan negosiator Uni Eropa untuk Brexit Michel Barnier. Ribuan orang turun ke jalan di seluruh Prancis pada Sabtu (7/9) atas ajakan partai-partai sayap kiri untuk memprotes pengangkatan Michel Barnier dari sayap kanan sebagai perdana menteri baru. — Sumber: ANTARA/Anadolu

Sekitar 2.000 pengunjuk rasa berkumpul di kota La Rochelle, Prancis barat, sementara sekitar 300 orang ikut serta dalam demonstrasi di kota tetangga, Saintes, menurut laporan stasiun radio France Bleu.

Demonstrasi lain dijadwalkan pada pukul 13.00 GMT di kota Angouleme.

Sekitar 600 orang bergabung dalam protes di departemen barat Dordogne, sementara antara 300 dan 400 orang berdemonstrasi di depan gedung prefektur di kota Pau, Prancis barat daya, menurut France Bleu.

Sekitar 600 orang berkumpul di dekat gedung prefektur di kota Le Mans, Prancis barat laut.

"Saya sangat terkejut dengan penolakan demokrasi seperti ini, penolakan terhadap suara para pemilih. Sayap kiri yang memimpin namun pihak sayap kanan yang justru diangkat menjadi perdana menteri," kata salah seorang pengunjuk rasa di Le Mans kepada stasiun radio tersebut.

Protes juga terjadi di pulau Corse, di mana sekitar 100 orang berkumpul di kota terbesarnya, Ajaccio, untuk berdemonstrasi menentang Macron, lapor stasiun radio tersebut.

Di Paris, orang-orang ikut serta dalam aksi protes melawan "perebutan kekuasaan oleh Macron," yang diorganisir oleh partai-partai sayap kiri, lapor koresponden RIA Novosti.

Para pengunjuk rasa berbaris dari Lapangan Bastille ke Lapangan Nation, dengan beberapa ribu orang ikut serta dalam demonstrasi tersebut, meneriakkan "Macron, turun!", "Macron adalah pengkhianat, mundur!", "Hentikan perebutan kekuasaan Macron!", dan "Macron anti-demokrasi."

Para pengunjuk rasa di Paris juga menentang pengangkatan Barnier sebagai perdana menteri baru.

Aksi protes tersebut diikuti oleh anggota parlemen dan pemimpin partai-partai sayap kiri, termasuk pendiri partai France Unbowed, Jean-Luc Melenchon, kata koresponden tersebut.

Aksi tersebut dihadiri oleh sekitar 26.000 orang, menurut laporan stasiun televisi BFMTV yang mengutip otoritas kota.

Sementara itu, para penyelenggara mengatakan bahwa 160.000 orang berpartisipasi dalam aksi di Paris dan 300.000 di seluruh negeri.

Pada Kamis, Barnier yang berusia 73 tahun diangkat oleh Macron untuk menduduki jabatan tertinggi di kabinet Prancis, 60 hari setelah pemilu parlemen dadakan di negara tersebut.

Barnier menjadi politisi tertua Prancis yang memegang posisi tersebut, menggantikan Gabriel Attal yang berusia 35 tahun, yang merupakan yang termuda saat diangkat.

Hasil pemilu Prancis membuat negara tersebut menghadapi parlemen yang terpecah, di mana tidak ada partai yang memegang mayoritas.

Aliansi New Popular Front, yang mencakup France Unbowed, Sosialis, Hijau, dan Komunis, muncul sebagai pemenang dalam putaran kedua, merebut 182 kursi di Majelis Nasional.

Koalisi Macron berada di posisi kedua dengan 168 kursi, sementara partai sayap kanan National Rally memenangi 143 kursi.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.