Serangan Udara Junta Myanmar Tewaskan 11 Warga Sipil

Jumat, 06 Sep 2024, 15:07 WIB

BANGKOK - Serangan udara militer Myanmar di negara bagian Shan utara menewaskan 11 warga sipil dan melukai 11 lainnya, kata juru bicara kelompok bersenjata etnis minoritas kepada AFP, Jumat (6/9).

"Mereka mengebom dua wilayah di kota Namhkam pada hari Jumat sekitar pukul 1.00 dini hari waktu setempat (18.30 GMT), kata Lway Yay Oo dari Tentara Pembebasan Nasional Ta'ang (TNLA).

Ket. Foto: Bendera kelompok bersenjata etnis Tentara Aliansi Demokratik Nasional Myanmar (MNDAA) dan bendera Aliansi dikibarkan di gapura selamat datang di Lashio di Negara Bagian Shan di utara Myanmar, setelah bentrokan selama berhari-hari dengan militer Myanmar di wilayah tersebut pada 10 Agustus 2024. — Sumber: CNA/AFP/STR

Serangan itu menewaskan 11 orang dan melukai 11 orang lainnya, katany. Kantor partai politik setempat rusak.

Korban tewas terdiri dari lima pria, empat wanita, dan dua anak-anak, katanya.

Namhkam berjarak sekitar lima kilometer dari perbatasan dengan provinsi Yunnan di Tiongkok. Pejuang TNLA mengklaim menguasai kota tersebut setelah pertempuran berminggu-minggu tahun lalu.

Gambar-gambar di media sosial menunjukkan orang-orang menyortir puing-puing dan membawa seorang anak muda yang tampaknya terluka.

Satu video memperlihatkan beberapa bangunan yang hancur. Reporter AFP menemukan lokasi video tersebut di sebuah situs di Namhkam dan mengatakan bahwa video tersebut belum pernah muncul di internet sebelumnya.

AFP tidak dapat menghubungi juru bicara junta untuk memberikan komentar.

Sejak tahun lalu militer kehilangan sebagian besar wilayah dekat perbatasan dengan Tiongkok di Shan utara akibat aliansi kelompok etnis minoritas bersenjata dan "Pasukan Pertahanan Rakyat" yang bertempur untuk menggulingkan kudeta.

Kelompok-kelompok tersebut telah merebut komando militer regional dan menguasai penyeberangan perdagangan perbatasan yang menguntungkan, yang memicu kritik publik yang jarang terjadi oleh pendukung militer terhadap pimpinan tertinggi junta.

Awal pekan ini, kepala junta Min Aung Hlaing memperingatkan warga sipil di wilayah yang dikuasai kelompok bersenjata etnis minoritas untuk bersiap menghadapi serangan balik militer, media pemerintah melaporkan.

Junta juga mengumumkan minggu ini, mereka telah menyatakan TNLA sebagai organisasi "teroris".

Mereka yang kedapatan mendukung atau menghubungi TNLA dan dua kelompok bersenjata etnis minoritas lainnya, Tentara Arakan (AA), Tentara Aliansi Demokrasi Nasional Myanmar (MNDAA), kini dapat menghadapi tindakan hukum.

Myanmar dilanda kekacauan sejak militer menggulingkan pemerintahan Aung San Suu Kyi pada tahun 2021 dan melancarkan tindakan keras yang memicu pemberontakan bersenjata.

Konflik sejak kudeta telah memaksa lebih dari 2,7 juta orang meninggalkan rumah mereka, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.