Trump Miliki Rahasia Kejutan untuk Akhiri Perang Ukraina

Kamis, 05 Sep 2024, 00:09 WIB

WASHINGTON - Calon presiden dari Partai Reublik, Donald Trump, pada hari Selasa (3/9), mengatakan ia memiliki rencana yang dijamin untuk mengakhiri perang mematikan di Ukraina, tetapi hanya akan mengungkapkannya jika ia memenangkan pemilihan presiden Amerika Serikat pada bulan November. Dikutip dari The Straits Times, mantan Presiden AS itu saat ini terlibat dalam persaingan ketat dengan pesaingnya dari Partai Demokrat, Wakil Presiden Kamala Harris.

"Jika saya menang, sebagai presiden terpilih, saya akan mendapatkan kesepakatan, dijamin. Itu adalah perang yang seharusnya tidak terjadi," kata Trump dalam podcast Lex Fridman. "Saya punya rencana yang sangat matang tentang bagaimana menghentikan Ukraina dan Russia, dan saya punya ide tertentu, mungkin bukan rencana, tetapi ide, untuk Tiongkok," tambahnya.

Ket. Foto: Calon presiden AS dari Partai Reublik, Donald Trump — Sumber: AFP

"Tetapi, saya tidak dapat memberikan rencana-rencana itu kepada Anda, karena jika saya memberikannya kepada Anda, saya tidak akan dapat menggunakannya, rencanarencana itu akan sangat tidak berhasil. Anda tahu, sebagian dari rencana itu mengejutkan, bukan?" Komentar itu menggemakan tindakan yang dilakukan oleh loyalis Trump di Kongres pada awal 2024, ketika mereka menggagalkan rencana imigrasi bipartisan, yang kabarnya karena mereka tidak ingin pemerintahan Biden-Harris mendapatkan pujian atas salah satu isu terbesar Pemilu 2024.

Ribuan Orang Tewas

Kyiv dan Moskwa terjebak dalam perang yang dimulai pada awal 2022, ketika pasukan Russia menyerbu perbatasan ke Ukraina. Ribuan tentara dan warga sipil telah tewas, dan Barat telah menjatuhkan sanksi ekonomi yang berat kepada Moskwa atas invasinya.

Trump menghadapi kritik karena berulang kali memuji Presiden Russia, Vladimir Putin. Dalam podcast tersebut, ia mengatakan krisis Ukraina dapat berubah menjadi perang dunia ketiga, dan bahwa beberapa titik panas global sedang memanas karena Amerika tidak memiliki kepemimpinan. Harris sendiri telah mengkritik pujian publik Trump terhadap Putin, dengan mengatakan pada Konvensi Nasional Demokrat pada bulan Agustus. "Saya tidak akan bersikap dekat dengan para tiran dan diktator dan akan berdiri teguh bersama Ukraina," pungkasnya.

Sebelumnya, Trump mengatakan menjalin hubungan baik dengan Korea Utara dan Russia adalah hal yang baik. Dalam kampanyenya di Pennsylvania, Trump merujuk pernyataan calon presiden Partai Demokrat, Kamala Harris, yang menyatakan dirinya tidak seperti Trump yang bergaul dengan para diktator. "Saya berteman baik dengan Kim Jong-un dari Korea Utara. Ingat, saya pernah berjalan ke sana... orang pertama yang pernah berjalan ke sana dari negara ini," kata Trump.

"Kami juga melihat kemampuan nuklirnya. Kemampuan itu sangat penting.... Anda tahu, bergaul adalah hal yang baik. Itu bukan hal yang buruk," tambahnya. Trump lalu menyebutkan pertemuannya dengan pemimpin Korut, Kim Jong-un pada 2019 di zona demiliterisasi dengan Korea Selatan, menegaskan dirinya sempat memasuki wilayah Korea Utara selama kunjungannya. Pernyataannya disampaikan setelah pidato penerimaan pencalonan Wakil Presiden Harris di Chicago pada 23 Agustus.

Harris mengkritik Trump, yang sering membanggakan hubungan pribadinya dengan Kim Jong-un, dan menyatakan bahwa ia tidak akan berdekatan dengan tiran dan diktator seperti Kim Jong-un yang mendukung Trump.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Perang Dagang AS-Kanada Memanas: Mark Carney Siapkan Bea Masuk Produk Washington

Xabi Alonso Yakin Cole Palmer Tampil Menawan Bersama Chelsea Jelang Laga Lawan Fulham

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.