Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Penuhi Permintaan Pasar, Petani Lebak Kembangkan Cabai Keriting

📅 Rabu, 04 Sep 2024, 17:26 WIB | Oleh:
Penuhi Permintaan Pasar, Petani Lebak Kembangkan Cabai Keriting Doc: ANTARA/Mansur
Ket. Petani cabai merah keriting di Kabupaten Lebak tengah menyiram air agar tanaman tumbuh subur dan dipanen Oktober - November 2024.

RANGKASBITUNG - Sejumlah petani di Kabupaten Lebak, Banten mengembangkan pertanian tanaman cabai merah keriting untuk memenuhi permintaan pasar lokal Rangkasbitung."Kita mengembangkan tanaman cabai merah keriting itu, karena permintaan pedagang pasar Rangkasbitung cukup tinggi," kata Roup (50) seorang petani di Cikulur Kabupaten Lebak, Rabu.

Pengembangan tanaman cabai merah keriting itu seluas 5.000 meter dan dipastikan panen pada Oktober - November 2024.

Masa panen benih unggul cabai merah keriting dari Jawa Tengah itu usia 85 hari setelah tanam hingga mencapai 120 hari bisa dipanen.

Penggunaan benih unggul cabai merah dari Jawa Tengah itu tahan terhadap serangan hama maupun penyakit tanaman.

"Kami berharap tanaman cabai merah keriting bisa dipanen dan menguntungkan dengan kisaran harga Rp40 ribu per kilogram," katanya.

Menurut dia, diperkirakan produksi cabai merah keriting dari lahan seluas 5.000 meter bisa mencapai tiga ton.

Seandainya, kata dia, harga rata-rata Rp40 ribu per kilogram maka bisa menghasilkan pendapatan Rp120 juta.

"Kami sudah biasa dengan harga cabai merah keriting yang selalu fluktuatif terkadang tinggi juga terkadang turun," kata Roup.

Begitu juga Suhari (55) petani Warunggunung Kabupaten Lebak mengaku, dirinya mengembangkan pertanian cabai merah keriting karena permintaan pasar Rangkasbitung cukup tinggi dan bisa memasok hingga dua ton sepekan.

"Sekarang harga cabai merah keriting turun dan di tingkat petani Rp30 ribu/kilogram, karena pasokan dari berbagai daerah panen dan melimpah," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Deni Iskandar mengatakan, para petani di daerah itu jika musim kemarau kebanyakan beralih dari tanaman pangan ke tanaman sayuran, termasuk cabai merah karena tidak banyak menggunakan pasokan air.

"Di musim kemarau para petani memasok sayuran dan cabai merah hingga puluhan ton per hari ke sejumlah pasar tradisional di Banten dan DKI Jakarta dengan perputaran uang hingga ratusan juta per hari," kata Deni.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

40 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

40 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

40 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.