Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia dan Afrika Sepakati Kerja Sama 2,9 Miliar Dolar AS pada Hari ke-2 IAF

📅 Selasa, 03 Sep 2024, 00:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Indonesia dan Afrika Sepakati Kerja Sama 2,9 Miliar Dolar AS pada Hari ke-2 IAF Doc: ANTARA/Putu Indah Savitri
Ket. Wakil Menteri Luar Negeri Pahala Nugraha Mansury memberi keterangan dalam konferensi pers yang digelar di sela-sela perhelatan Forum Tingkat Tinggi Kemitraan Multipihak (HLF MSP) dan Forum Indonesia-Afrika (IAF) ke-2 di Badung, Bali, Senin (2/9/2024).

Badung - Wakil Menteri Luar Negeri Pahala Nugraha Mansury mengatakan hingga hari ke-2 perhelatan Forum Indonesia-Afrika (IAF) ke-2 sudah disepakati sejumlah kerja sama antara Indonesia dan negara-negara Afrika dengan total nilai 2,9 miliar dolar AS (USD).

"Sampai dengan sejauh ini, yang sudah kita lihat dan juga sudah terealisasi itu kurang lebih sekitar 2,9 miliar dolar AS, jadi kurang lebih sekitar Rp41 triliun-Rp42 triliun," ujar Pahala dalam konferensi pers di sela-sela perhelatan Forum Tingkat Tinggi Kemitraan Multipihak (HLF MSP) dan Forum Indonesia-Afrika (IAF) ke-2 di Badung, Bali, Senin.

Pahala mengatakan bahwa berbagai kerja sama tersebut akan terus ia monitor, dan berharap angka 3,5 miliar dolar AS (Rp54,38 triliun), sebagaimana yang ditargetkan oleh Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi dapat segera tercapai.

Secara keseluruhan, kerja sama tersebut meliputi sektor kesehatan, khususnya di bidang vaksin dan juga obat-obatan yang mencapai 94,2 juta dolar AS.

Selain itu juga terdapat kerja sama di sektor energi yang mencakup eksplorasi gas dan pembangunan infrastruktur listrik dengan kesepakatan bisnis yang mencapai 1,4 miliar dolar AS.

"Di sektor pangan, khususnya untuk produksi pupuk memperoleh kesepakatan bisnis senilai 1,2 miliar dolar AS," ucapnya.

Pahala menambahkan bahwa berbagai kesepakatan tersebut di luar berbagai kesepakatan bisnis yang belum ada penandatanganan nota kesepahaman.

"Ini juga tentunya akan kami kejar terus berbagai potensi kesepakatan bisnis yang sifatnya adalahhot prospect. Artinya, belum ditandatangani, tetapi sudah cukup matang untuk bisa kami kejar dalam beberapa waktu," kata Pahala.

Dalam kesempatan tersebut, Pahala juga menjelaskan bahwa pembiayaan dari kerja sama tersebut akan menggunakan berbagai mekanisme, seperti pendanaan dari investor yang terlibat di dalam kerja sama tersebut, pinjaman, hingga dukungan dari lembaga keuangan internasional atauinternational financial institution(IFI).

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi mengatakan penyelenggaraan Indonesia-Africa Forum kedua mencatat kenaikan kesepakatan bisnis yang mencapai 3,5 miliar dolar AS (Rp54,38 triliun).

Angka tersebut naik signifikan dibandingkan dengan 586,56 juta dolar Amerika (sekitar Rp9,04 triliun) yang dicapai pada IAF pertama, yang diadakan pada 2018.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.