Jepang Protes Intrusi Kapal AL Tiongkok ke Perairan Teritorialnya

Minggu, 01 Sep 2024, 11:12 WIB

TOKYO - Jepang menyuarakan "kekhawatiran dan protes yang kuat" pada hari Sabtu (31/8) setelah kapal angkatan laut Tiongkok memasuki perairan teritorialnya, beberapa hari setelah Tokyo menuduh Beijing mengirim pesawat militer ke wilayah udara Jepang.

Sebuah kapal angkatan laut Tiongkok terlihat memasuki perairan teritorial Jepang di dekat pulau selatan Kuchinoerabu pada hari Sabtu sekitar pukul 6.00 pagi dan keluar di barat daya pulau Yakushima hampir dua jam kemudian, kata kementerian pertahanan.

Ket. Foto: Kapal AL Tiongkok memasuki perairan teritorial Jepang dalam foto tak bertanggal. — Sumber: usni.org

Menyusul insiden tersebut, Kementerian Luar Negeri Jepang "menyampaikan keprihatinan dan protes keras" kepada Kedutaan Besar Tiongkok di Tokyo.

Kementerian tersebut "mempertimbangkan aktivitas masa lalu kapal-kapal angkatan laut Tiongkok dan kapal-kapal lainnya di perairan sekitar Jepang, dan intrusi baru-baru ini ke wilayah udara teritorial Jepang oleh pesawat militer Tiongkok," katanya Sabtu malam.

Jepang pada hari Senin mengerahkan jet tempur setelah serangan dua menit oleh pesawat pengintai Y-9 Tiongkok di lepas pantai Kepulauan Danjo di Laut Tiongkok Timur, yang dikecam Tokyo sebagai "pelanggaran serius" terhadap kedaulatannya.

Meningkatnya pengaruh ekonomi dan militer Tiongkok di kawasan Asia-Pasifik dan ketegasannya dalam sengketa teritorial -- yang terbaru dengan Filipina -- telah mengguncang Amerika Serikat dan sekutunya.

Minggu lalu, Kementerian Pertahanan Jepang meminta dana sebesar 8,5 triliun yen ($59 miliar) untuk tahun fiskal berikutnya, permintaan anggaran awal terbesar yang pernah ada, sebagai bagian dari rencana pembangunan pertahanan lima tahun senilai 43 triliun yen hingga Maret 2028.

Permintaan tersebut mencakup pendanaan untuk apa yang disebut kemampuan jarak jauh untuk menyerang target jauh dengan rudal dan kendaraan tak berawak.

Jumlah tersebut lebih tinggi dari permintaan awal sebesar 7,7 triliun yen tahun lalu, tetapi lebih kecil dari anggaran aktual sebesar 9,4 triliun yen yang disetujui untuk tahun fiskal saat ini.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.