- Home
-
- Luar Negeri
-
- 26 Anak Meninggal akibat M...
26 Anak Meninggal akibat Malanutrisi di Afghanistan
Sabtu, 31 Agu 2024, 00:00 WIBKABUL - Sebanyak 26 anak di bawah usia lima tahun (balita) meninggal dunia akibat malanutrisi dan makanan yang tidak memenuhi standar kesehatan di Provinsi Badakhshan, Afghanistan utara, selama lima bulan terakhir.
Dikutip dari media Afghanistan, TOLO, pada Kamis, Abdul Malik Rofi, seorang dokter setempat, mengatakan sebanyak 365 balita dirawat di rumah sakit di Badakhshan selama periode ini, dengan 26 di antaranya menderita malanutrisi. Laporan tersebut mengatakan bahwa sejak 20 Maret lalu, sebanyak 2.696 anak telah dilarikan ke rumah sakit.
Para dokter mengaitkan peningkatan kasus malanutrisi dengan kombinasi beberapa faktor, yaitu kurangnya makanan bergizi, layanan kesehatan yang tidak memadai, kemiskinan, dan terbatasnya akses ke fasilitas kesehatan di wilayah miskin.
Menurut laporan dari sejumlah lembaga bantuan, sekitar 2,9 juta balita di Afghanistan menghadapi kekurangan pangan akut atau berisiko mengalami malanutrisi.

Bantuan Kemanusiaan
Sementara itu, laporan NDMA (National Drought Management Authority) menyebutkan satu juta orang membutuhkan bantuan kemanusiaan di Kenya. NDMA mengatakan bahwa jumlah ini turun dari 1,5 juta jiwa pada Februari.
Badan tersebut mengaitkan penurunan itu dengan hujan baru-baru ini yang meningkatkan produksi pangan, termasuk di daerah-daerah gersang. Dari 22 daerah gersang di negara Afrika Timur itu, hanya satu yang dilaporkan sedang dalam keadaan darurat, sementara situasi di daerah lainnya telah membaik.
"Jumlah anak-anak berusia 6 hingga 59 bulan yang memerlukan perawatan untuk malanutrisi akut telah berkurang menjadi 760.488 dari 847.932 pada Februari," dalam laporan NDMA bulan Juli yang dirilis di Ibu Kota Kenya, Nairobi.
Institusi tersebut menambahkan bahwa situasi diperkirakan akan semakin membaik setelah dimulainya musim hujan pada Oktober-Desember.
Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Otoritas Pembangunan Antarpemerintah (Intergovernmental Authority on Development/ IGAD), sebuah blok regional, jumlah orang yang mengalami kerawanan pangan di Tanduk Afrika mencapai 67 juta jiwa pada Juli, turun dari 74,9 juta jiwa pada Mei.
Dari jumlah tersebut, 39 juta jiwa di antaranya berada di negara-negara anggota IGAD, termasuk Djibouti, Kenya, Somalia, Sudan Selatan, Tanzania, Sudan, dan Uganda.
Redaktur: andes
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Gubernur Luthfi Gandeng MUI Jadi Cooling System Tangkal Hoaks dan Jaga Kondusivitas Jateng
-
Kemenhub Siap Dorong Percepatan Pajak Nol Persen Suku Cadang Pesawat
-
Menkes Sebut Penyakit Hati Kronis Intai 70 Juta Warga
-
Polri Luncurkan Program Kemanusiaan dan Bedah Rumah Jelang HUT Ke-80 Bhayangkara
-
Laga Uji Coba: Swedia Dipaksa Imbang 2-2 oleh Yunani
-
BPK Beri Opini Wajar Tanpa Pengecualian ke-19 Berturut-turut kepada Kota Tangerang
-
Atasi Banjir, Pemprov DKI Bebaskan Lahan 16.690 Meter Persegi di Petogogan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.