- Home
-
- Luar Negeri
-
- Tiongkok Lanjutkan Reforma...
Tiongkok Lanjutkan Reformasi Rendah Karbon
Jumat, 30 Agu 2024, 02:50 WIBBEIJING - Tiongkok akan terus menghapus bahan bakar fosil dan mereformasi sistem kelistrikannya, kata regulator energi pada Kamis (29/8) ketika menerbitkan buku putih yang banyak mencantumkan pencapaian tetapi kurang memuat rencana baru untuk transisi energi Tiongkok.
Kepala Badan Energi Nasional, Zhang Jianhua, mengatakan Tiongkok akan terus mereformasi sistem kelistrikannya, memperluas pasar, mempromosikan perdagangan listrik hijau, dan mengganti bahan bakar fosil dengan energi terbarukan. Ia juga menyerukan reformasi yang berorientasi pasar.
Berbicara pada konferensi pers yang diadakan oleh Dewan Negara, Zhang mengatakan Tiongkok menginvestasikan 676 miliar dollar AS dalam transisi energinya tahun lalu, mengutip angka dari organisasi penelitian BloombergNEF, yang memperkirakan investasi transisi energi Tiongkok mencapai 38 persen dari total global.
Ekonomi terbesar kedua di dunia telah muncul sebagai pemimpin global dalam transisi menuju energi terbarukan, meskipun sistem tenaganya masih sangat bergantung pada batu bara.
Ketika ditanya apakah emisi karbon Tiongkok dapat mencapai puncaknya sebelum target 2030, seperti yang dikatakan banyak ahli, hal itu masih dalam jalur yang tepat. Menurut wakil direktur departemen perencanaan lembaga, Song Wen, berkata, "Target karbon ganda tidak akan diubah dan target utama yang telah kami janjikan juga tidak akan diubah."
Lebih Awal
Tiongkok sebelumnya telah menargetkan pemasangan 1.200 gigawatt tenaga angin dan matahari pada tahun 2030, tetapi melonjaknya pemasangan energi terbarukan membantunya memenuhi tujuan tersebut pada bulan Juli, enam tahun lebih awal.
Ketika ditanya apakah Tiongkok dapat menetapkan sasaran energi terbarukan yang lebih ambisius untuk tahun 2030, direktur departemen energi baru, Li Changjun, hanya mengatakan bahwa Tiongkok akan mengajukan sasaran dan tindakan baru berdasarkan kondisi nasionalnya.
Para analis mengatakan Tiongkok tertinggal dalam beberapa sasaran lain, termasuk sasaran untuk mengurangi intensitas karbonnya (emisi CO2 per unit output ekonomi) sebesar 18 persen selama lima tahun hingga 2030. Tiongkok perlu memangkas emisi absolut sebesar 7 persen setiap tahunnya tahun ini dan pada 2025 untuk mencapainya, menurut analisis oleh organisasi nirlaba Carbon Brief.
Buku putih tersebut memaparkan serangkaian tindakan yang diumumkan sebelumnya, mulai dari memajukan teknologi penyimpanan energi hingga mempromosikan konservasi energi. ST/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Semarang Duduki Peringkat Tiga Kota Paling Toleran se-Indonesia 2025
-
Tiongkok Gelar "Operasi Khusus" di Dekat Taiwan, Terusik dengan Pertemuan Jepang-Filipina
-
Trump Ingin Tiongkok Belanja Lebih Banyak Energi dari AS
-
Edukasi Gigi dan Mulut di Sekolah, Ajarkan Cara Menjaga Kesehatan Sejak Dini
-
Inter Milan Berpeluang Kunci Gelar
-
Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka Tanpa Pungutan
-
Lidah Warga Tiongkok Mulai Jatuh Hati pada Makanan Olahan RI
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.