Wamendagri Bima Arya Bekali Praja IPDN Papua 3 Fondasi Utama Kepemimpinan
Rabu, 24 Jun 2026, 15:50 WIBJAKARTA - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa setiap calon pemimpin daerah maupun birokrat harus memiliki tiga fondasi utama kepemimpinan, yaitu ideologi, strategi, dan taktik. Ketiga aspek tersebut dinilai penting agar seorang pemimpin mampu mengambil keputusan yang berpihak kepada masyarakat dan tidak mudah dipengaruhi kepentingan sesaat.
Hal tersebut disampaikan Bima Arya saat menghadiri kegiatan Bedah Buku Babad Alas di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Papua, Jayapura, Senin (22/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memberikan bekal kepemimpinan kepada para praja yang dipersiapkan menjadi pemimpin masa depan.
Menurut Bima, seorang pemimpin harus memiliki nilai dan prinsip yang kuat sebagai pegangan dalam menjalankan amanah. Dengan demikian, keputusan yang diambil tidak didasarkan pada kepentingan transaksional ataupun sekadar mengejar popularitas.
âBagi kalian yang hari ini punya bayangan dan cita-cita memiliki posisi strategis entah apa pun itu, harus punya nilai dan pegangan agar tidak mudah dibeli oleh kepentingan transaksional,â kata Bima Arya.
Ia menjelaskan bahwa ideologi berfungsi sebagai kompas yang menentukan arah kebijakan dan tujuan pembangunan. Namun, nilai-nilai tersebut tidak akan berjalan maksimal apabila tidak diterjemahkan ke dalam strategi yang tepat.
Menurutnya, strategi diperlukan agar berbagai gagasan dapat diwujudkan menjadi program-program nyata yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah satu pendekatan yang pernah diterapkannya saat memimpin daerah adalah konsep mencicil harapan.
Konsep tersebut dilakukan dengan menghadirkan perubahan secara bertahap, namun konsisten dan berkelanjutan melalui program yang menyentuh kebutuhan warga. Strategi itu, kata Bima, terbukti mampu mendorong kemajuan daerah dalam berbagai sektor.
Ia mencontohkan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bogor meningkat dari Rp544 miliar pada 2014 menjadi Rp1,458 triliun pada 2024 atau tumbuh sebesar 167,9 persen. Selain itu, pemerintah daerah juga berhasil merealisasikan berbagai program pembangunan, seperti revitalisasi taman kota seluas 15 hektare dan pembangunan jalur pejalan kaki sepanjang 30 kilometer.
Lebih lanjut, Bima menegaskan bahwa fondasi ketiga yang tak kalah penting adalah taktik dan kemampuan mengeksekusi kebijakan. Menurutnya, seorang pemimpin tidak cukup hanya menguasai teori, tetapi juga harus memahami kondisi nyata di lapangan.
âPemimpin itu harus terampil untuk lapangan, makanya pesan saya adalah masalah itu di lapangan bukan di belakang meja,â tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kesempatan memimpin merupakan amanah yang tidak datang setiap saat dan memiliki batas waktu. Oleh karena itu, setiap calon pemimpin perlu mempersiapkan diri sejak dini agar dapat memanfaatkan masa pengabdian secara optimal ketika mendapat kepercayaan memegang jabatan strategis.
Bima berharap para praja IPDN dapat mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang berintegritas, memiliki visi yang jelas, serta mampu menghadirkan perubahan positif bagi masyarakat dan daerah yang dipimpinnya kelak.
âKetika kalian ada di satu posisi, maka manfaatkanlah waktu yang sangat berharga itu untuk membuat kehidupan lebih baik,â pungkasnya.
- Kemendagri
- IPDN
- Jayapura
- Praja IPDN
- calon pemimpin
- Kepemimpinan
- Wamendagri Bima Arya
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Pemkab Lebak Olah Sampah Jadi RDF 50 Ton per Hari, Berpotensi Hasilkan Rp450 Juta per Bulan
-
Indonesia-Tiongkok Luncurkan QRIS Lintas Perbatasan
-
Dukcapil DKI Jakarta Sabet Penghargaan Nasional, Rekor Perekaman E-KTP Tembus 100 Persen
-
Pemprov Lampung Wajibkan Koperasi Desa Merah Putih Bermitra dengan SPPG
-
Harga BBM Tembus 6 Dollar di California, Tertinggi di AS
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.