Paus Fransiskus: Laut Mediterania Menjadi Kuburan bagi Imigran

Jumat, 30 Agu 2024, 00:00 WIB

ATHENA - Pemimpin Gereja Katolik Seluruh Dunia, Paus Fransiskus, pada Rabu (28/8), menyatakan Laut Mediterania telah menjadi "kuburan" bagi para migran.

"Mediterania, yang seharusnya menjadi tempat komunikasi antarbangsa dan peradaban, kini telah menjadi kuburan," kata Paus menyoroti kesulitan yang dialami para migran dalam perjalanan mereka menuju tempat di mana mereka bisa hidup dalam damai dan aman.

Ket. Foto: Paus Fransiskus tiba untuk memimpin audiensi umum mingguan di Lapangan Santo Petrus di Kota Vatikan, Rabu (28/8). — Sumber: AFP/TIZIANA FABI

Dikutip dari Antara, dengan menegaskan sebagian besar kematian migran seharusnya bisa dicegah, ia mengecam mereka yang secara sistematis bekerja, dengan segala cara, untuk menghalangi para migran. "Dan ketika hal itu dilakukan dengan penuh kesadaran dan bertanggung jawab, itu merupakan dosa besar," kata Paus.

Paus menegaskan para migran tidak seharusnya meninggal di lautan atau gurun, dia berpendapat memperketat undang-undang anti-migran atau mengerahkan militer di perbatasan bukanlah cara untuk menghindari keadaan tragis tersebut.

"Kita dapat menyelesaikannya dengan baik dengan memperluas jalur yang aman dan teratur bagi para migran," kata Paus.

Berikan Perlindungan

Paus menambahkan semua pihak terkait hendaknya memfasilitasi tempat berlindung bagi mereka yang melarikan diri dari perang, kekerasan, penganiayaan, dan berbagai bencana.

"Kita bisa menyelesaikannya dengan mempromosikan tata kelola migrasi global yang berdasarkan keadilan, persaudaraan, dan solidaritas," kata Paus menambahkan.

Paus Fransiskus juga memuji upaya berbagai organisasi yang mencoba membantu para migran dan pengungsi di Mediterania dan di tempat lain di dunia.

Terkait dengan masalah kemanusiaan ini, sebelumnya Paus Fransiskus menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban ledakan pelabuhan Beirut, Lebanon, pada 2020 dalam sebuah pertemuan di Vatikan pada Senin (26/8).

Paus mengungkapkan berada di tengah orang-orang yang kehilangan kerabat terkasih mereka membuatnya sangat terharu. Paus Fransiskus mengatakan terus mendoakan mereka dan kerabat mereka yang telah meninggal, seraya mengenang semua yang tewas dalam peristiwa tragis itu. Dia juga menyoroti keinginan bersama untuk menguak kebenaran dan keadilan di balik tragedi itu.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

BNPB Perkuat OMC-Armada Pemadaman Karhutla di Kalimantan

Panen Durian dan Manggis di Lebak Serap Ribuan Tenaga Kerja

Labuan Bajo Normal Pascagempa NTT, Kemenpar Minta Aktivitas Wisata Utamakan Keselamatan

Nicolas Cage Akhirnya akan Kembali dalam National Treasure 3

Empat Wisatawan Terseret Ombak Saat Mandi di Pantai Tuturuga Minahasa, Kenzy Masih Hilang

Pemkot Tebing Tinggi Ajak Pelajar Budayakan Menabung

Kemenhut Pastikan Kebakaran Hutan di TN Way Kambas Sudah Padam, Seluruh Gajah Aman

Tol Cisumdawu Arah Bandung-Cirebon Ada Perbaikan, Kontraflow DIberlakukan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.