- Home
-
- Luar Negeri
-
- Marine Le Pen Maju di Pilp...
Marine Le Pen Maju di Pilpres
Kamis, 09 Jul 2026, 02:30 WIBLA FLÃCHE - Pemimpin sayap kanan Prancis, Marine Le Pen, pada Rabu (8/7) memulai kampanye setelah sehari sebelumnya ia mengumumkan akan mencalonkan diri sebagai presiden meskipun telah dihukum karena penggelapan dana.
Dikelilingi oleh kerumunan dan wartawan di Kota La Fleche di bagian barat, yang dimenangkan oleh partainya, National Rally (RN), dalam pemilihan kota, Le Pen menepis kritik terhadap pencalonannya.
Setelah kembali dinyatakan bersalah dalam banding pada Selasa (7/7) atas skandal lowongan kerja palsu di Parlemen Eropa, ia diizinkan untuk mencalonkan diri, tetapi mengatakan akan membawa kasus ini ke pengadilan tertinggi Prancis, yang memungkinkannya untuk menghindari penggunaan gelang elektronik selama masa kampanye.
"Pengadilan telah mengembalikan kelayakan saya. Saya tidak bersalah dan saya akan mengajukan banding ke Mahkamah Kasasi untuk membuktikan ketidakbersalahan saya," kata dia. "Anda harus mengambil risiko untuk menang," imbuh dia.
Le Pen, 57 tahun, akan mencalonkan diri sebagai presiden untuk keempat kalinya dalam pemilihan tahun depan, yang oleh partainya yang antiimigrasi dianggap sebagai peluang terbaik untuk merebut kekuasaan.
Dia menepis risiko bahwa Mahkamah Kasasi akan menolak bandingnya sebelum pemungutan suara dan kritik terhadap pencalonannya, mengarahkan narasi ke kebijakan yang dia harapkan akan membawanya duduk di Istana Kepresidenan Elysee.
"Saya tidak akan menghabiskan kampanye presiden untuk memberikan analisis hukum kepada Anda," kata dia. "Jika lawan politik saya tidak memiliki argumen lain selain itu, artinya secara substansi mereka sama sekali tidak memiliki apapun untuk ditawarkan kepada rakyat Prancis," imbuh dia.
Saat disambut oleh para pendukungnya di La Fleche, ia juga menghadapi cemoohan dari puluhan aktivis sayap kiri yang memegang papan bertuliskan "Le Pen dinyatakan bersalah".
Ia memulai kampanye berdampingan dengan ajudannya yang berusia 30 tahun, Jordan Bardella, yang telah menunggu di belakang layar jika Le Pen dilarang mencalonkan diri. Ia disebut-sebut sebagai calon perdana menteri jika Le Pen menang.
Bardella, yang sangat populer di kalangan sayap kanan, mengatakan bahwa ia merasa tidak lega maupun kecewa karena tidak terpilih sebagai kandidat dari partainya. Dia bahkan mengatakan bahwa ia amat senang Le Pen mencalonkan diri dan mereka akan terus bekerja sama. AFP/I-1
- Marine Le Pen
- emmanuel macron
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Harga Cabai Rawit Rp72.500/Kg, Telur Ayam Rp30.300/Kg
-
Pemprov Jatim Perkuat Posisi sebagai Lumbung Pangan Nasional pada 2026
-
Serangan Villa Hadapi Pertahanan Kokoh Freiburg
-
UMKM Butuh Pasar yang Lebih Adil di Platform Loka Pasar
-
Pemkot Malang Dorong Program RT Berkelas untuk Perkuat Penanganan Sampah dari Tingkat Masyarakat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.