Legenda Bulu Tangkis Candra Wijaya Soroti Penampilan Duet Baru Leo/Bagas dan Fikri/Daniel
Selasa, 27 Agu 2024, 00:19 WIBJakarta - Legenda bulu tangkis peraih emas Olimpiade Sydney 2000 Candra Wijaya menyoroti penampilan dua duet ganda putra Indonesia baru Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana dan Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin yang baru saja debut di Japan Open di Yokohama Kanagwa pekan lalu.
Kedua pasangan yang semula dikenal dengan Leo/Daniel dan Bagas/Fikri itu mengawali debut bermain dengan pasangan baru dengan cukup memuaskan setelah melaju hingga semifinal. Namun, sayangnya keduanya sama-sama gagal melaju ke partai puncak.
Di semifinal, Leo/Bagas ditaklukkan pasangan Malaysia Goh Sze Fei/Nur Izzuddin dengan skor 19-21, 17-21, sedangkan Fikri/Daniel menyerah dalam drama tiga gim 21-12, 15-21, 19-21 dari pasangan nomor empat dunia dari Korea Selatan Kang Min Hyuk/Seo Seung Jae.
"Kalau permainan ya masuk atau cukup mampu bersaing," kata peraih emas ganda putra Olimpiade Sydney bersama Tony Gunawan itu ketika ditemui awak media di Jakarta, Senin.
Mengomentari soal pertukaran kedua pasangan itu, Candra mengatakan bahwa langkah tersebut menurutnya sudah tepat.
"Ya, memang sudah waktunya, atau memang mesti dicoba demikian," kata pria 48 tahun itu.
Ia menambahkan, selain langkah itu, seharusnya PBSI juga berani untuk mengorbitkan pemain-pemain muda lainnya.
"Kalau saya malah melihat alternatif pemain-pemain juniornya sudah harus lebih diangkat atau didorong lagi. Cuma yang ada sekarang ini menurut saya sih, masih kurang dan perlu lebih banyak. Artinya juga para pemainnya harus lebih keras lagi latihannya," jelasnya.
Lebih lanjut, ia juga turut mengomentari gagalnya bulu tangkis Indonesia menjaga emas Olimpiade di Paris beberapa waktu lalu setelah beberapa nama-nama unggulan gugur dan menyisakan tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung yang meraih perunggu.
Menurutnya kegagalan tim bulu tangkis Indonesia meraih emas di Olimpiade karena beberapa hal, seperti salah menerapkan strategi di lapangan, kelelahan, dan beban berat mempertahankan tradisi emas.
"Saya juga kepikiran dan saya juga tentunya ikut sedih ya. Saya rasa persiapan udah sangat maksimal, usahanya juga cukup bagus," kata pria yang juga menjadi mentor ganda putra di tim Ad Hoc PBSI untuk Olimpiade 2024 itu.
"Persiapannya udah bagus banget tuh ya memang persaingan yang ketat dan mungkin saya lihat juga sedikit strategi, cara bermain mungkin. Mempertahankan tradisi emas itu pasti beban," tambahnya.
"Persiapan yang kemarin terakhir bisa saja mungkin anak-anak juga konsennya terlalu lelah mungkin ya karena sudah cukup lama ini kan juga jauh di Eropa gitu," tutupnya.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Laga Berat Menanti Lima Wakil Indonesia di Babak Pertama Thailand Open
-
Upaya Mempercepat Pengentasan Kemiskinan di Madiun
-
Ini Kronologi Mobil Terbakar di Jalan Tol Jagorawi Arah Jakarta ke Bogor, Nihil Korban
-
Tim Bulu Tangkis Putri Indonesia Siap Hadapi Thailand di Perempat Final BATC 2026
-
Resmi Dilantik, Pengurus LBIQ 2026–2028 Diminta Perkuat Nilai Spiritual Warga Jakarta
-
Chandra Asri All Out! Ekspansi ke Singapura, Industri Nasional Meroket
-
Kompolnas: Penanganan Narkoba Harus Sentuh Pencucian Uang, Bukan Sekadar Pemaka
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.