Dollar AS dalam Ketidakpastian, Investor Tunggu Data AS Pengaruhi Penurunan Suku Bunga

Selasa, 13 Agu 2024, 10:26 WIB

SYDNEY - Dollar berada dalam ketidakpastian pada hari Selasa (13/8) karena investor menunggu untuk melihat bagaimana data ekonomi AS mempengaruhi kemungkinan pemangkasan suku bunga besar-besaran, sementara reli saham Jepang membantu menghentikan pendarahan dalam carry trade yen.

Dollar AS diam pada 147,17 yen, setelah sempat menyentuh level tertinggi satu minggu di 148,23 semalam sebelum aksi ambil untung muncul.

Ket. Foto: Uang kertas dollar AS terlihat dalam ilustrasi foto tanggal 22 Juni 2017 ini. — Sumber: CNA/REUTERS/Thomas White/Ilustrasi

Euro berada pada $1,0931, setelah merangkak naik semalam dan mendekati level resistensi di $1,0944 dan $1,0963. Indeks dolar datar pada level 103,08.

Angka harga produsen yang akan dirilis nanti akan menjadi pembuka jalan bagi laporan inflasi utama pada hari Rabu, dan dapat menggerakkan pasar karena angka tersebut memengaruhi ukuran konsumsi pribadi inti (PCE) yang disukai oleh Federal Reserve.

Prakiraan untuk kenaikan sebesar 0,2 persen baik dalam PPI utama maupun ukuran inti.

Yang lebih penting adalah laporan harga konsumen dan penjualan eceran bulan Juli yang dapat berdampak material terhadap apakah Fed akan melonggarkan suku bunga sebesar 25 basis poin atau 50 basis poin pada bulan September.

Saat ini, harga berjangka terbagi rata pada pergerakan yang lebih besar, setelah sempat memperkirakan pergerakan tersebut sebagai kepastian yang pasti minggu lalu ketika pasar saham jatuh bebas.

"CPI yang tinggi dan penjualan yang tinggi akan menjadi skenario yang paling fluktuatif, dan melihat pasar obligasi dengan cepat mengubah harga kembali ke penurunan 25bps," tulis analis di JPMorgan dalam sebuah catatan.

"CPI yang tenang dan penjualan yang tenang dapat meredakan beberapa kekhawatiran tentang risiko stagnasi, tetapi membawa kekhawatiran resesi baru ke pasar," mereka menambahkan. "Kita mungkin melihat pasar obligasi bereaksi cepat terhadap penetapan harga ini dalam 50bps atau lebih dari pemotongan September."

Hasil pertama kemungkinan akan menaikkan imbal hasil Treasury dan mendukung dollar, sedangkan hasil kedua akan memiliki efek sebaliknya. Pembicaraan tentang resesi, khususnya, cenderung meningkatkan yen dan franc Swiss sebagai aset yang aman.

Pasar berjangka jelas masih melihat resesi sebagai risiko dengan pelonggaran Fed sebesar 101 basis poin yang diperkirakan menjelang Natal, dan lebih dari 120 basis poin untuk tahun depan.

Hal itu nampaknya bertentangan dengan sebagian besar data ekonomi yang memperkirakan pertumbuhan GDPNow dari Atlanta Fed yang berjalan pada 2,9 persen tahunan.

"Tingkat tahunan CPI bulan Juli diperkirakan sebesar 3,0 persen y/y dan 3,2 persen y/y untuk inti," kata analis di ANZ. "Meskipun trennya sedang menurun, inflasi terlalu tinggi bagi Fed untuk membenarkan penetapan harga pasar sebesar 100bp untuk pemotongan suku bunga antara bulan September dan akhir tahun."

"Untuk mewujudkannya, diperlukan penurunan material pada data atau proses disinflasi yang intensif."

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: CNA

Berita Terbaru

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.