Masalah Domestik Hambat Pertumbuhan PDB Nasional

Rabu, 07 Agu 2024, 11:29 WIB

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi nasional stagnan di angka lima persen pada periode April-Juni lalu. Tekanan ekonomi global memang mempengaruhi ekonomi dalam negeri, namun lebih dari itu, sebenarnya masalah stagnasi pertumbuhan ini didominasi persoalan domestik.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti, menegaskan pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan II-2024 menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia stagnan di angka lima persen. Hal ini menunjukkan masih banyak pekerjaan rumah untuk menggenjot mesin pertumbuhan ekonomi nasional di sisa waktu tahun ini guna mencapai target 5,2 persen pada 2024.

Ket. Foto: — Sumber: ISTIMEWA

"Pertumbuhan ekonomi kita stagnan di angka 5 persen, menunjukkan masih lesu," ucap Esther di Jakarta, Selasa (6/8).

Stagnasi pertumbuhan ekonomi ini, terang Esther, memang tak terlepas dari faktor global, tetapi lebih banyak faktor domestik karena selama beberapa tahun sejak 2022 ada kebijakan kontraktif, terutama di sisi fiskal.

Dari sisi fiskal, lanjutnya, ada kenaikan tarif pajak yang bisa menggerus daya beli masyarakat. "Akibatnya ekonomi melemah. Penurunan daya beli masyarakat ditandai dengan pengeluaran meningkat dan tabungan menengah turun," ucapnya.

"Solusinya adalah alokasikan anggaran untuk program prioritas (dampak jangka panjang dan multiplier effect lebih luas)," ucapnya.

Seperti diketahui, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2024 tercatat 5,05 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Angka ini lebih rendah dibandingkan capaian pada kuartal II-2023 sebesar 5,17 persen.

Dibandingkan triwulan I-2024 atau quarter to quarter (qtq), pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan II-2024 mencapai 3,79 persen. Capaian tersebut lebih baik dibandingkan catatan pada triwulan sebelumnya yang terkontraksi sebesar 0,83 persen.

"Pertumbuhan ekonomi RI pada triwulan II-2024 ditopang oleh aktivitas ekonomi domestik yang tetap kuat. Bahkan, nilainya mencapai 5,08 persen pada semester I-2024," jelas Deputi bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud, dalam konferensi pers di Jakarta, awal pekan ini.

Faktor Pendukung

Menanggapi laporan BPS, Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Perekonomian di Jakarta, Senin (5/8), mengatakan kinerja ekonomi Indonesia masih baik di tengah ketidakpastian global. Dia mengeklaim angka pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih tinggi dibandingkan Tiongkok hingga Singapura.

"Ini dibandingkan dengan Tiongkok, kita masih lebih tinggi. Tiongkok tumbuh 4,7 persen, sedangkan Singapura sendiri 2,9 persen, Korea Selatan 2,3 persen, dan juga Meksiko kira-kira 2,24 persen," kata Airlangga.

Dia menguraikan pertumbuhan ekonomi yang baik itu didukung oleh inflasi yang tetap terkendali di angka 2,13 persen. Hal ini terlihat dari sejumlah komponen pengeluaran yang positif.

"Baik itu dari segi konsumsi rumah tangga kita 4,93 persen (yoy) dengan share 54,53 persen. Pengeluaran daripada LNPRT sebesar 9,98 persen. Kemudian juga konsumsi pemerintah positif 1,42 persen, PMTB, ekspor barang dan jasa, serta impor barang dan jasa," ucapnya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Pegadaian Area Kebayoran Baru Gelar Edukasi Literasi Keuangan untuk Komunitas Ojek Pangkalan

Pemkot Yogyakarta Dongkrak Kunjungan Wisatawan melalui Festival Prawirotaman

Bangkok Dinobatkan sebagai Kota Workcation Terbaik Dunia 2026

Pemerintah Kabupaten Natuna Salurkan Air Bersih kepada Warga Terdampak Kekeringan

Bikin Geger! Robot Humanoid Kalahkan Rekor Dunia Lari 100 Meter Putra di Beijing

Tim SAR Gabungan Temukan Seorang ABK yang Hilang di Sungai Musi

Film “Pangku” Raih Tiga Penghargaan Terpuji di Ajang Festival Film Bandung

De Zerbi Minta Maaf atas Kekalahan Tottenham dari Brentford

IKM Fesyen & Kriya Tumbuh 2x Lipat! Kemenperin Genjot Digital Biar Naik Kelas

Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Kemenpar Siagakan Poltekpar Lombok

Tabrakan Beruntun di Tol Senayan, Dua Orang Alami Luka-luka

Dinas Pertanian Kabupaten Lebak: Panen Durian dan Manggis Serap Ribuan Tenaga Kerja 

Belajar Bisnis dari Kisah Yohanes Membangun PepperJo

Libur Panjang Bikin Stasiun Jakarta Padat, 38.842 Penumpang Berangkat Naik Kereta

Bupati Sintang Imbau Warga untuk Peduli dan Hentikan Bakar Hutan dan Lahan

Kerajinan Badui Banjir Pesanan di Bazar Harkop Harnas, UMKM Lokal Raup Omzet

Senangnya! Cerita Komik "Oki dan Nirmala dari Negeri Dongeng" akan Diangkat ke Layar Lebar!

'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

Kampung Adat Sade Terbakar, Kemenpar Siapkan Dapur Umum dan Pemulihan Wisata

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.