Kabupaten Bekasi Luncurkan Beras Swasembada

Rabu, 07 Agu 2024, 03:19 WIB

BEKASI - Beras Swasembada Solusi Ekonomi Masyarakat Bekasi (Swaresi) diluncurkan. Beras ini hasil panen petani lokal yang diproduksi Badan Usaha Milik Daerah PT Bekasi Putera Jaya (BPJ). Penjabat Bupati Bekasi, Dani Ramdan, menyatakan peluncuran beras lokal kategori premium ini merupakan upaya pemerintah daerah menjaga pasokan dan harga pangan melalui bisnis jual beli beras kepada masyarakat.

"Kami tugaskan untuk bisa menjaga pasokan dan harga komoditas beras," jelas Dani Ramdan di Bekasi, Selasa (6/8). Dia menuturkan, selain menjaga pasokan dan harga beras, BPJ juga diminta memenuhi kebutuhan pangan lain secara bertahap. Hal itu dikerjakan melalui skema penyediaan dan pendistribusian produk di pasaran agar ketersediaan serta harga pangan terkendali.

Ket. Foto: Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan menyalurkan bantuan sosial berupa 1.000 paket beras kepada masyarakat sekitar saat meluncurkan produk Swaresi di Sub Terminal Agribisnis Kecamatan Babelan, Selasa. — Sumber: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah

Dani berharap BPJ mampu mengelola dan mendistribusikan pangan melalui Sub Terminal Agribisnis (STA) Babelan. Ini dikerjakan setelah menuntaskan proses kajian Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi. Tujuannya, untuk mengoptimalkan pelayanan dan memberikan keuntungan secara ekonomis yang dapat digunakan sebagai operasional.

"Setelah disetujui STA Babelan kepada BUMD, maka tugas utamanya adalah memberikan pelayanan sebaik-baiknya. Nanti kalau bisa, hasilkan juga keuntungan untuk operasional perusahaan dan memberikan dividen kepada pemerintah daerah," katanya.

Dani mengaku peluncuran beras Swaresi menunjukkan bahwa BPJ telah bangkit dan mulai mengembangkan bisnis bidang pangan. Meskipun ke depan tidak menutup kemungkinan untuk mengembangkan bisnis bidang lain.

"Dengan upaya bersama, BPJ bisa pulih untuk mengembangkan bisnis dan dipilih bisnis pertama bidang beras. Nantinya terbuka kemungkinan bisnis bidang lainnya," tambahnya. Direktur BPJ, Eko Budi Purnawan, menjelaskan bahwa salah satu tugas perusahaan adalah membantu petani Kabupaten Bekasi agar mampu melakukan agribisnis secara terintegrasi.

Potensi pertanian yang besar mendorongnya untuk berperan mengoptimalkan sektor pertanian menjadi lebih modern dengan daya dukung jumlah penduduk tinggi yang membuka peluang bisnis besar untuk memenuhi serta menjamin kebutuhan pangan. "Jumlah penduduk yang besar juga menjadi potensi bisnis perusahaan. Ini juga sekaligus upaya memenuhi dan menjamin kebutuhan pangan berkualitas," tandasnya.

Pendapatan

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bekasi minta segenap pelaku industri untuk membantu meningkatkan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi pembayaran pajak dan retribusi. Dani mengatakan ini saat sosialisasi pajak daerah kepada puluhan perusahaan. Menurutnya, PAD menjadi modal pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Kontribusi perusahaan sektor penerimaan pajak daerah menjadi sangat penting. Ini untuk mewujudkan optimalisasi pembangunan daerah. Akhirnya, dana digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bekasi," tutur Dani.

Dia menambahkan, sejauh ini Badan Pendapatan Daerah Bekasi sudah menjalankan sejumlah langkah strategis demi merealisasikan peningkatan PAD. Salah satunya dengan sosialisasi hanya belum mampu menjangkau seluruh perusahaan.

"Ada beberapa yang perlu dioptimalkan. Bapenda sudah mencoba door to door melakukan sosialisasi. Bahkan juga mengundang, tapi belum semua perusahaan mau hadir," jelas Dani. Dani lalu sosialisasi langsung. Dia berharap tingkat kesadaran dan kepatuhan dari objek pajak dan retribusi juga turut meningkat.

Dia menjelaskan, peningkatan penerimaan pajak daerah memiliki timbal balik terhadap program pemerintah daerah dalam pemerataan pembangunan. wid/Ant/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

Berita Terbaru

Harga Emas Antam Senin 24 Agustus 2026 Naik, Segini Harga Terbarunya

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.