UI Beri Pelatihan Hidroponik ke Pemuda Kepulauan Seribu

Senin, 05 Agu 2024, 16:46 WIB

JAKARTA - Universitas Indonesia (UI) memberi pelatihan hidroponik kepada sepuluh pemuda dari Pulau Panggang dan Pulau Pramuka, Kabupaten Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta, untuk meningkatkan ketahanan pangan di wilayah tersebut.

Pelatihan tersebut merupakan bagian dari ????? Program Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat UI Tahun 2024.

Ket. Foto: Tim Pengabdian Univeristas Indonesia (UI) menggelar program pelatihan ketahanan pangan di Pulau Pramuka Kabupaten Kepulauan Seribu. — Sumber: ANTARA/HO-Pemkab Kep Seribu

"Kami mengadakan pelatihan tanaman hidroponik untuk memberdayakan pemuda di dua pulau, yaitu Pulau Panggang lima orang dan Pulau Pramuka lima orang yang merupakan siswa SMA 69 Jakarta," kata Ketua Tim Pengabdian Masyarakat UI, Dr. Filia di Jakarta, Senin.

Ia menjelaskan, alasan pemilihan para pemuda ini adalah karena mereka yang nantinya meneruskan ketahanan pangan di Kepulauan Seribu.

Menurut dia, pertanian dengan lahan yang perkotaan (urban farming) menjadi alternatif solusi ketahanan pangan karena lahan yang terbatas. Karena itu, tanaman hidroponik menjadi pilihan untuk bercocok tanam.

Pulau Pramuka merupakan ibu kota Kabupaten Kepulauan Seribu yang memiliki luas 16 hektare ini. Pulau ini didiami sekitar 2.000 jiwa. Jumlah penduduk tersebut berdasarkan BPS Kecamatan Pulau Seribu Utara tahun 2019.

Selain itu dengan jumlah wisatawan yang menginap, Pulau Pramuka dapat dikatakan sebagai pulau yang padat penduduk. "Ketahanan pangan menjadi perhatian kami untuk melakukan pengabdian masyarakat di Pulau Pramuka," katanya.

Ia mengatakan, informasi dari Ketua RT 04 di Pulau Pramuka Nurlela mengatakan sayuran menjadi kebutuhan yang sulit dipenuhi. Kahan yang terbatas menjadi kendala.

Kebutuhan sayuran sebenarnya bisa saja didistribusikan dari wilayah lain, misalnya, dari daratan di Kota Administrasi Jakarta Utara, hanya saja harganya menjadi lebih tinggi.

"Peserta pelatihan dibekali dan didampingi selama proses pembibitan, penyemaian, pemeliharaan hingga panen," katanya.

Tim UI bekerjasama dengan binaan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Kelautan (KPKP) di Kepulauan Seribu dalam kegiatan pelatihan tanaman hidroponik. Nurlela
merupakan salah satu binaan Suku Dinas (Sudin) KPKP.

Untuk pemeliharaan tanaman, peserta pelatihan ?????dibuat menjadi dua kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari lima orang.

Tim UI melakukan pelatihan tanaman hidroponik dengan dua teknik, yaitu "Nutrient Film Technique"(NFT) dan "Deep Flow Technique" (DFT). Kedua jenis teknik penanaman hidroponik itu dilakukan untuk membandingkan hasil panen.

Untuk penanaman kangkung sampai panen diperlukan waktu 20 hari dan untuk pakcoy diperlukan waktu 30 hari. "Sedangkan untuk seladadiperlukan 45 hari. Pada saat ini, ketiga jenis tanaman itu yang ditanam," katanya.

Sebelum mengadakan pelatihan hidroponik, pada Februari 2024, tim telah UI mengadakan uji coba tanaman hidroponik di rumah salah satu warga.

Air di Kepulauan Seribu cenderung mengandung kadar garam sehingga perlu dilakukan uji cobahidroponik dengan kandungan air yang ada di Pulau Pramuka.

Setelah berhasil melakukan uji coba, barulah tim UI melakukan kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan hidroponik kepada pemuda-pemuda di Pulau Pramuka.

"Kami berharap dengan mengadakan pelatihan dan pendampingan tanaman hidroponik, warga Pulau Pramuka mampu mencukupi kebutuhan sayur mayur dan 'urban farming' dapat menjadi konsep pertanian ideal di masa mendatang," kata dia.

Sekretaris Kelurahan Pulau Panggang, Nuralim
mengapresiasi pengabdian masyarakat yang dilakukan UI selama tiga hari di Pulau Pramuka dengan melibatkan pemuda Kelurahan Pulau Panggang.

"Mudah-mudah ilmu yang mereka terima dapat diterapkan di masyarakat dan juga dapat ditularkan kepada tetangganya. Sehingga mampu menjaga ketahanan pangan dan kestabilan ekonomi di masyarakat," kata dia.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Alfred, Antara

Berita Terbaru

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.