Jangan Asal Ditinggal, 5 Makanan Ini Bisa Berbahaya Jika Terlalu Lama di Suhu Ruang
Minggu, 04 Okt 2026, 12:52 WIBJakarta - Para ahli keamanan pangan mengingatkan sejumlah makanan mudah rusak yang dapat berisiko bagi kesehatan jika terlalu lama dibiarkan pada suhu ruang, terutama ketika berada dalam âzona bahayaâ dengan suhu sekitar 4 hingga 60 derajat Celsius.
Menurut laporan EatingWell, Sabtu (3/10), makanan mudah rusak yang berada dalam âzona bahayaâ selama dua jam atau lebih dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri penyebab penyakit.
Bakteri tersebut dapat tumbuh dan berkembang biak dengan cepat pada rentang suhu yang hangat. Pendinginan dan penyimpanan yang tepat di dalam lemari es dapat membantu mengurangi risiko penyakit akibat makanan.
Berikut sejumlah makanan yang perlu diperhatikan:
Pizza
Pizza kerap menjadi pilihan saat menyajikan makanan untuk banyak orang. Namun, pizza mengandung keju serta kerap dilengkapi daging dan sayuran yang telah dimasak sehingga mudah rusak jika dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang.
Direktur Program Stop Foodborne Illness Vanessa Coffman, Ph.D., mengatakan bakteri dapat berkembang dengan cepat ketika makanan berada dalam âzona bahayaâ selama lebih dari dua jam. Dalam kondisi tertentu, beberapa jenis bakteri bahkan dapat berlipat ganda setiap 20 menit.
Coffman menyarankan sisa pizza segera dipindahkan ke wadah dan disimpan di dalam kulkas dalam waktu dua jam. Pizza kemudian dapat dipanaskan kembali hingga mencapai suhu internal 165 derajat Fahrenheit atau sekitar 74 derajat Celsius sebelum dikonsumsi.
Buah dan sayuran yang sudah dipotong
Buah dan sayuran yang telah dipotong juga perlu segera disimpan di dalam kulkas.
Coffman menjelaskan bahwa ketika buah dan sayuran dipotong, lapisan pelindung pada bagian luarnya rusak sehingga permukaan yang terbuka lebih rentan terhadap kontaminasi dan pertumbuhan bakteri.
Hal tersebut juga berlaku bagi buah dan sayuran yang disajikan dalam nampan atau telah dipotong sebagai bagian dari suatu hidangan.
Nasi matang
Nasi matang dapat mengandung spora Bacillus cereus, bakteri yang mampu bertahan selama proses memasak.
Ketika nasi matang dibiarkan pada suhu ruang, spora tersebut dapat berkembang menjadi bakteri yang menghasilkan toksin dan menyebabkan penyakit akibat makanan.
Dietisien keamanan pangan Mary Angela Miller, M.S., RDN, LD., menyarankan nasi matang dibagi dalam beberapa porsi kecil atau disimpan dalam wadah dangkal agar lebih cepat dingin sebelum dimasukkan ke dalam kulkas.
Daging olahan
Daging olahan yang digunakan sebagai bahan sandwich atau bekal makan siang juga perlu dijaga tetap dingin.
Miller menyarankan penggunaan sedikitnya dua sumber pendingin, seperti dua kantong gel beku atau satu kantong gel beku dan satu botol air beku. Makanan yang perlu tetap dingin dapat ditempatkan di antara kedua sumber pendingin tersebut.
Kentang panggang berbungkus aluminium foil
Kentang panggang yang dibungkus aluminium foil juga berisiko jika terlalu lama dibiarkan pada suhu ruang.
Senior Program Coordinator for Grants & Cooperatives National Environmental Health Association Ashley Miller, M.P.H., CP-FS, REHS/RS., mengatakan kentang memiliki kandungan air yang tinggi dan tingkat keasaman rendah.
Ketika kentang dibungkus aluminium foil dan dibiarkan pada suhu ruang, kondisi rendah oksigen di dalam pembungkus dapat mendukung pertumbuhan spora Clostridium botulinum dan produksi toksin.
Untuk mengurangi risiko, kentang panggang sebaiknya dijaga tetap panas hingga disajikan atau segera didinginkan dengan cara melonggarkan pembungkus aluminium foil.
- Kualitas Makanan
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.