Indonesia Akhirnya 'Pecah Telur' Raih Medali
Senin, 05 Agu 2024, 07:13 WIBPARIS - Setelah menanti-nanti, akhirnya Indonesia pecah telur meraih medali Olimpiade Paris. Medali diraih dari cabang bulu tangkis melalui Gregoria Mariska Tunjung. Grego meraih medali perunggu Olimpiade Paris 2024. Medali diraih karena tidak ada lawan di perebutan tempat ketiga tunggal putri.
Sebab dalam laga semifinal antara Carolina Marin dan He Bingjiao,Carolina mundur. Ini sangat disayangkan karena dia unggul 21-14 di set pertama dan set kedua sudah memimpin 10-6. Namun dia mengalami cedera lutut, sehingga tidak dapat melanjutkan laga. Ini menguntungkan He Bingjiao yang otomatis melenggang ke final melawan An Seo young yang mengalahkan Gregoria.
Dalam pertandingan semifinal, Gregoria takluk 21-11, 13-21, 16-21 dari atlet Korea Selatan An Seo-young. Dalam laga yang dimainkan selama 1 jam 2 menit itu, tunggal putri yang akrab disapa Jorji mampu membuat An yang merupakan tunggal putri nomor satu dunia, tak berdaya di gim pertama.
Pukulan-pukulan silang Jorji berhasil membuat An mati kutu untuk merebut gim pertama dengan keunggulan 10 poin, 21-11. Namun, momentum ini tak berlanjut di gim kedua setelah An mengubah pola permainannya. Ini membuatnya bermain lebih agresif dan mendominasi permainan untuk menyegel kemenangan 21-13.
"Aku mau bersyukur dulu bisa bertanding sejauh ini, walaupun bukan hasil akhir yang diinginkan. Sebab pasti dengan kemenangan game di awal aku cukup ada kesempatan untuk bisa ngambil game kedua," kata Jorji, Minggu. Jorji mengatakan terlalu lama membaca permainan An di gim kedua yang membuatnya sulit keluar dari tekanan.
Hal ini membuat situasi tekanan berbalik kepadanya. An pun berhasil membawa laga sampai gim ketiga. "Dengan pola yang diubah, aku menjadi tidak nyaman. Aku terlalu lama untuk menyesuaikan. Dia game kedua dia sangat nyaman dengan polanya," jelasnya.
Memasuki gim ketiga, start Jorji tidak bagus dan tertinggal delapan poin 3-11 di interval. Pada momen ini, tunggal putri dari Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah itu hanya ingin bermain lepas tak ingin memikirkan apa pun hasilnya. Alhasil, Jorji memetik empat poin beruntun untuk mendekatkan jarak menjadi 13-16.
An Seo young mendapat permainannya kembali saat mengubah skor 17-13 dan berlanjut hingga 20-13 untuk mendapatkan game point. Tiga poin beruntun dari Jorji sempat menunda kemenangan An menjadi skor 16-20. Sayang smes keras An Seo young gagal dikembalikan dengan baik dan berakhirlah perjuangan Jorji, 21-16 untuk unggulan pertama itu. Ant/G-1
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pemprov Maluku Utara Luncurkan Aplikasi e-Loket Demi Akuntabilitas Anggaran
-
Gregoria Bertemu Unggulan Pertama di Semifinal India Open
-
Perkuat Koordinasi, Otoritas Bandara Diminta Menhub Tangani Gangguan Layangan
-
Damkar Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Akibat Kebarakan Taman Puring
-
Kumamoto Masters, Gregoria Menggulung Dua Wakil Jepang untuk Lolos ke Semifinal
-
Puluhan RT di Jakarta Tergenang Banjir akibat Hujan Semalam
-
Ribuan Warga Serbu SPBU di Bengkulu Akibat Kelangkaan BBM
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.