PBNU dan PKB Berseteru, Ini Harapan Wapres Ma'ruf Amin
Jumat, 02 Agu 2024, 10:13 WIBJAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) KH Ma'ruf Amin mengatakan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sejatinya tidak memiliki hubungan struktural. Namun, kedua organisasi ini terikat secara aspiratif, kultural, dan historis, di mana PKB dibentuk untuk menyalurkan aspirasi warga NU (Nahdliyin) dalam dunia politik.
Hal itu disampaikan menanggapi perseteruan PBNU dan PKB yang menjadi sorotan publik. Pasalnya, konflik tersebut semakin memanas karena PBNU berniat mengembalikan PKB ke pangkuan NU dengan membentuk Panitia Khusus (Pansus) PKB.
"Jadi sebenarnya hubungan PBNU dengan PKB itu hubungan aspiratif, hubungan kultural, dan hubungan historis. Tidak ada hubungan struktural," ungkap Wapres pada keterangan pers di dalam Kereta Cepat Whoosh, Bandung, Jawa Barat, yang disiarkan di laman resmi Wapres RI, Kamis (1/8).
Keterangan pers ini digelar dalam perjalanan Wapres dan rombongan kembali ke Jakarta usai menghadiri Upacara Pelantikan Pamong Praja Muda Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXI Tahun 2024 di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang.
Wapres, yang pernah menjabat sebagai Rais Aam PBNU dan Ketua Dewan Syuro PKB, menegaskan bahwa PBNU dan PKB memang memiliki tugas yang berbeda. Menurutnya, PBNU berfokus pada pembangunan umat, sedangkan PKB berkonsentrasi pada bidang politik. Ia pun meminta kedua organisasi tersebut dapat fokus pada tujuannya masing-masing.
"Saling [berfokus] dengan tugas masing-masing, PBNU tetap pada pembangunan keumatan, PKB pada politik," pintanya.
Dengan begitu, kata Wapres, PBNU dan PKB seharusnya mampu menjalin hubungan yang baik dan menghindari konflik yang berpotensi menyebabkan perpecahan.
"Sebaiknya memang tidak terjadi konflik, dan seharusnya [mampu] bekerja sama dengan baik. Jadi tidak saling mengintervensi," imbaunya.
Wapres kembali menekankan bahwa tugas PBNU dan PKB tidak saling bertautan secara langsung, sehingga konflik yang terjadi saat ini sebenarnya tidak perlu terjadi.
"Sebenarnya memang kan tidak sambung (tidak berhubungan), ini tugasnya ini, ini tugasnya ini, seharusnya. Jadi kalau terjadi korslet, itu memang agak aneh juga kan begitu. Karena memang tugasnya beda," terangnya.
Untuk itu, Wapres mengharapkan kedua organisasi segera menemukan titik temu dan solusi terbaik untuk mengakhiri konflik, serta kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
"Karena itu, kita harapkan, sudahlah, jangan sampai terjadi lagi, berada di jalurnya masing-masing, fokus pada masing-masing tugasnya. Sehingga, tidak terjadi konflik," pinta Wapres.
"Itu harapan saya, semuanya berjalan dengan baik," katanya.
- Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
- Parpol
- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama/PBNU
- Wapres Ma'ruf Amin
- Ormas Keagamaan
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Tim Koran Jakarta
Berita Terkait:
-
Janice Tjen Masuk Top 100 Dunia
-
Pemkot Jakut Minta Kesiapsiagaan Bencana Ditingkatkan
-
BMKG Prakirakan Sebagian Jakarta Hujan Ringan Jumat Sore
-
Pemain Persikad Depok Bil'asqan Kolaps dan Kejang, PSSI Sesalkan Insiden yang Menimpa
-
Pelayanan KB Terintegrasi di Bangka Tengah
-
Harga Beras Anjlok, Mentan Klaim Petani Tetap Terlindungi
-
Peringatan Hari Lahir ke-27 Partai Kebangkitan Bangsa
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.